Polling CNBC Indonesia

Inflasi Juni Diramal Rendah, Tanda Daya Beli Bermasalah

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
30 June 2020 10:02
Pengunjung melintas di Blok M Mall, Jakarta, Kamis (7/2/2019). Blok M pernah jadi primadona pusat perbelanjaan Jakarta pada periode 1990 hingga awal 2000-an, namun saat ini sepi. (CNBC Indonesia / Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Inflasi Indonesia diperkirakan masih 'jinak' pada Juni 2020. Pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) yang membuat produksi terhambat tidak bisa mendongkrak harga. Sebab, ternyata permintaan lebih anjlok lagi.

Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data inflasi Juni pada 1 Juli mendatang. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia menghasilkan median inflasi bulanan (month-to-month/MtM) sebesar 0,025%. Sementara inflasi tahunan (year-on-year/YoY) ada di 1,805% dan inflasi inti tahunan 2,42%.

 


Institusi

Inflasi MtM (%)

Inflasi YoY (%)

Inflasi Inti YoY (%)

ING

-

1.85

-

Citi

0.17

1.95

2.55

ANZ

0

1.78

2.05

BNI Sekuritas

0.03

1.81

-

CIMB Niaga

0.08

1.85

-

Bank Permata

0.02

1.8

2.35

Maybank Indonesia

-0.03

1.74

2.46

BCA

0.06

1.84

2.32

Bank Danamon

-

1.73

2.42

Bank Mandiri

0

1.78

2.44

MEDIAN

0.025

1.805

2.42

Apabila realisasinya nanti sesuai dengan ekspektasi pasar, maka terjadi perlambatan laju inflasi. Pada Mei, inflasi MtM tercatat 0,07%, kemudian YoY sebesar 2,19%, dan inflasi inti YoY adalah 2,65%.

Bank Indonesia punya proyeksi yang lebih rendah dibandingkan pasar. MH Thamrin memperkirakan terjadi deflasi -0,01% MtM sehingga inflasi tahunan menjadi 1,76%. Kali terakhir inflasi tahunan berada di bawah 2% adalah pada Mei 2000 atau lebih dari 20 tahun lalu.

Produksi Turun, Tapi Permintaan Juga Turun
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading