Newsletter

Waspada, Lockdown di Mana-mana!

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
16 October 2020 06:00
Trader Gregory Rowe, right, works on the floor of the New York Stock Exchange, Wednesday, Dec. 11, 2019. Stocks are opening mixed on Wall Street following news reports that US President Donald Trump might delay a tariff hike on Chinese goods set to go into effect this weekend. (AP Photo/Richard Drew) Foto: Pasar Finansial Wall Street (AP Photo/Richard Drew)

Untuk perdagangan hari ini, investor patut menyimak sejumlah sentimen yang bisa menjadi penggerak pasar. Pertama tentu perkembangan di Wall Street yang kurang menggembirakan. Koreksi di New York bisa membuat mental pelaku pasar di Asia kalah sebelum bertanding, ini juga bisa terjadi di Indonesia.

Kedua, pernyataan terbaru Trump soal komitmen Gedung Putih soal stimulus fiskal mungkin tidak membuat Wall Street bergairah. Namun seiring waktu, investor tentu akan mencerna kabar ini dengan lebih matang dan bisa jadi menimbulkan optimisme di pasar keuangan Asia.

Saat ekonomi porak-poranda akibat pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19), dunia usaha dan rumah tangga sulit untuk diharapkan. Negara harus hadir, dan pemerintah melalui stimulus fiskal menjadi motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi.


Kehadiran stimulus fiskal di AS tidak hanya dinantikan oleh rakyat Negeri Adidaya, tetapi juga seluruh dunia. Soalnya, AS adalah negara konsumen terbesar dunia.

Ketika stimulus fiskal mampu mendongrak permintaan di AS, maka seluruh dunia akan ikut menikmati hasilnya. Ekspor berbagai negara ke AS akan meningkat, tidak terkecuali Indonesia.

Pernyataan Trump boleh saja tidak berdampak signifikan di Wall Street. Namun ada harapan itu bisa menjadi 'doping' bagi pasar keuangan Asia.

Cermati Sentimen Penggerak Pasar Hari Ini (2)
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4 5
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading