Apa Itu Perubahan Iklim, Penyebab, Dampak & Cara Mengatasinya

Tech - Tim, CNBC Indonesia
04 July 2022 16:35
Aliansi Perlawanan Perubahan Iklim melakukan aksi unjuk rasa di simpang Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (5/11/2021). Mereka meminta pemerintah melakukan aksi nyata untuk menghentikan krisis iklim global. Mereka tergabung dari Aliansi yang terdiri dari LSM Greenpeace, Walhi, Extinction Rebellion, Solidaritas Perempuan, BEM UI dan Jeda Untuk Iklim. Mereka membawa sejumlah spanduk mengecam sejumlah pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan kabinetnya dalam KTT Pemimpin Dunia tentang Perubahan Iklim atau Conference Of Parties ke-26 (COP 26) di Glasgow, Skotlandia pada Selasa (2/11/2021) kemarin. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perubahan iklim adalah ancaman nyata bagi bumi dan seisinya. Teranyar, India menjadi korban pada Mei 2022. Perubahan iklim disebut membuat gelombang panas 100 kali lebih mungkin terjadi di negara tersebut.

Menurut pemerintah India, suhu maksimum rata-rata pada Maret adalah 33,10 derajat celcius. Ini merupakan suhu maksimum rata-rata tertinggi dalam 122 tahun terakhir dan sedikit lebih tinggi dari rekor sebelumnya pada Maret 2010.

Selanjutnya, suhu maksimum rata-rata India pada April adalah 35,30 derajat celcius, tepat di belakang 35,42 derajat celcius pada 2010 dan 35,32 derajat celcius pada 2016. Lalu pada Mei, suhu di India mencapai 50 derajat celcius. Tak hanya terjadi di India, gelombang panas ini juga terjadi di Pakistan.


Apa Itu Iklim?

Keadaan atmosfer pada waktu tertentu disebut cuaca. Sementara, iklim adalah rata-rata cuaca. Iklim didefinisikan sebagai ukuran rata-rata dan variabilitas kuantitas yang relevan dari variabel tertentu, seperti temperatur, curah hujan, atau angin pada periode waktu tertentu yang umumnya merentang dari bulanan hingga tahunan atau bahkan jutaan tahun.

Iklim berbeda dengan cuaca. Contoh cuaca, yakni hujan, angin, banjir, berawan, dan sebagainya. Sementara, iklim berhubungan dengan kondisi suhu, kelembaban udara, atau pola hujan rata-rata pada tiap musim dalam jangka tahunan atau bahkan puluhan tahun.

Iklim berubah terus menerus karena interaksi antara komponen-komponennya dan faktor eksternal, seperti erupsi vulkanik, variasi sinar matahari, dan faktor-faktor yang disebabkan oleh kegiatan manusia. Perubahan penggunaan lahan hingga penggunaan bahan bakar fosil menjadi beberapa penyebabnya.

Apa Itu Perubahan Iklim?

Setelah mengetahui pengertian iklim, kini saatnya mengetahui apa yang dimaksud dengan perubahan iklim. Berikut beberapa pengertian perubahan iklim:

1. Perubahan Iklim Menurut PBB

Menurut PBB, perubahan iklim mengacu pada perubahan jangka panjang dalam suhu dan pola cuaca. Pergeseran ini mungkin alami, seperti melalui variasi siklus matahari. Namun sejak 1800-an, aktivitas manusia menjadi pendorong utama perubahan iklim, terutama akibat pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak, dan gas.

2. Perubahan Iklim Menurut Pemerintah RI

Berdasarkan UU No. 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, perubahan iklim adalah berubahnya iklim yang diakibatkan, langsung atau tidak langsung, oleh aktivitas manusia yang menyebabkan perubahan komposisi atmosfer secara global serta perubahan variabilitas iklim alamiah yang teramati pada kurun waktu yang dapat dibandingkan.

Icebergs are seen at the Disko Bay close to Ilulisat, Greenland, September 14, 2021. REUTERS/Hannibal HanschkeFoto: Perubahan iklim di Greenland (REUTERS/HANNIBAL HANSCHKE)

3. Perubahan Iklim Menurut Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC)

IPPC mendefinisikan perubahan iklim sebagai perubahan keadaan iklim yang dapat diidentifikasi, misalnya menggunakan uji statistik dengan perubahan rata-rata dan/atau variabilitas sifat-sifatnya dan bertahan untuk waktu yang lama, biasanya beberapa dekade atau lebih.

4. Perubahan Iklim Menurut NASA

NASA menjelaskan perubahan iklim adalah perubahan cuaca yang biasa terjadi di suatu tempat. Sebagai contoh, perubahan curah hujan bias dalam setahun. Perubahan iklim menurut NASA juga merupakan perubahan iklim bumi, seperti perubahan suhu bumi.

Penyebab Perubahan Iklim

Perubahan iklim disebabkan oleh dua faktor, yakni faktor manusia dan alam. Namun, aktivitas manusia punya dampak besar pada perubahan iklim. Berikut penjelasan lengkap soal penyebab perubahan iklim.

1. Efek Rumah Kaca

Efek rumah kaca merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan bumi memiliki efek seperti rumah kaca dimana panas matahari terperangkap oleh atmosfer bumi. Istilah ini pasti sudah pernah Anda pelajari sejak bangku Sekolah Dasar (SD) atau Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Gas-gas di atmosfer, seperti karbon dioksida (CO2) mampu menahan panas matahari sehingga panas matahari terperangkap di dalam atmosfer bumi. Akan tetapi, efek rumah kaca membuat sebagian panas yang harusnya dipantulkan permukaan bumi diperangkap oleh gas-gas rumah kaca di atmosfer. Ini yang membuat bumi menjadi semakin panas.

Sebenarnya banyak dari gas-gas ini terjadi secara alami, tapi berbagai aktivitas manusia turut meningkatkan konsentrasinya di atmosfer, khususnya pada metana, karbon dioksida (CO2), gas berfluorinasi CO2, dan dinitrogen oksida. Itu adalah gas rumah kaca yang paling umum diproduksi oleh aktivitas manusia serta bertanggung jawab atas 64% pemanasan global buatan manusia.

2. Pemanasan Global

Istilah perubahan iklim sering kali tertukar dengan pemanasan global. Padahal, fenomena pemanasan global hanya merupakan bagian dari perubahan iklim. Ini karena parameter iklim tak cuma temperatur, tapi ada juga kondisi awan, angin, hingga radiasi matahari.

Pemanasan global adalah peningkatan rata-rata temperatur atmosfer yang dekat dengan permukaan bumi dan di troposfer yang dapat berkontribusi pada perubahan pola iklim global. Pemanasan global terjadi akibat meningkatnya jumlah emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer. Naiknya intensitas efek rumah kaca karena adanya gas dalam atmosfer yang menyerap sinar panas, yaitu sinar inframerah yang dipancarkan oleh bumi.

Peningkatan 2 derajat celcius dibanding suhu pada masa pra-industri dinilai para ilmuwan sebagai ambang batas. Diyakini ada risiko yang jauh lebih tinggi berupa perubahan yang berbahaya serta berbagai bencana di lingkungan global jika pemanasan terjadi di atas 2 derajat celcius.

Seorang pria membawa barang-barangnya melewati banjir setelah hujan lebat di distrik Morigaon di negara bagian Assam, India, Minggu (22/5/2022). Banjir adalah ancaman biasa bagi jutaan orang di dataran rendah Bangladesh dan tetangga timur laut India, tetapi banyak ahli mengatakan bahwa perubahan iklim meningkatkan frekuensi, keganasan dan ketidakpastian. (Photo by BIJU BORO/AFP via Getty Images)Foto: Banjir adalah ancaman biasa bagi jutaan orang di dataran rendah Bangladesh dan tetangga timur laut India, tetapi banyak ahli mengatakan bahwa perubahan iklim meningkatkan frekuensi, keganasan dan ketidakpastian. (Photo by BIJU BORO/AFP via Getty Images)

3. Pembuatan Energi

Energi listrik dan panas dihasilkan dengan membakar bahan bakar fosil, sehingga menghasilkan emisi karbon dioksida dan dinitrogen oksida, yaitu gas rumah kaca penyebab perubahan iklim.

4. Penggunaan Transportasi

Selanjutnya ada penggunaan transportasi yang juga menjadi salah satu penyebab perubahan iklim. Bahan bakar fosil sebagai sumber energi kendaraan menyebabkan perubahan iklim karena emisi gas karbon dioksida.

5. Kegiatan Manufaktur

Kegiatan manufaktur dan industri menghasilkan emisi gas rumah kaca. Industri manufaktur merupakan salah satu kontributor emisi gas rumah kaca terbesar di dunia. Emisi gas rumah kaca per kapita tertinggi ada di Amerika Serikat dan Rusia.

6. Penebangan Hutan

Emisi gas rumah kaca juga timbul akibat penebangan hutan. Pohon yang ditebang akan melepaskan karbon yang tersimpan di dalamnya. Karena hutan menyerap karbon dioksida, penebangannya juga mengakibatkan berkurangnya penyerapan emisi gas rumah kaca.

7. Gaya Hidup

Penggunaan barang elektronik, bepergian, dan jumlah makanan yang dikonsumsi juga berkontribusi pada emisi gas rumah kaca. Gaya hidup pada akhirnya berpengaruh besar terhadap perubahan iklim. Berdasarkan riset, satu persen dari orang terkaya di dunia bertanggung jawab atas polusi karbon dua kali lipat lebih banyak dari populasi dunia.

8. Perubahan Orbit Bumi

Penyebab terjadinya perubahan iklim selanjutnya berasal dari perubahan orbit bumi. Dalam 800.000 tahun terakhir, terdapat siklus alami dalam iklim Bumi di antara zaman es serta periode interglasial yang lebih hangat.

Peneliti yakin bahwa kenaikan suhu dalam 200 tahun terakhir ini berkaitan dengan kenaikan level karbon dioksida di atmosfer. Tingkat gas rumah kaca juga telah berada jauh di atas siklus alami dalam kurun waktu 800.000 tahun terakhir.

Orbit bumi yang berada di sekitar matahari adalah lingkaran bukan elips. Namun pada waktu tertentu, elips lebih menonjol hingga bumi bergerak lebih dekat dan jauh dari matahari saat mengorbit. Saat bumi lebih dekat ke matahari, iklim bakal menjadi lebih hangat.

Dampak Perubahan Iklim

Perubahan iklim berdampak sangat luas pada kehidupan masyarakat. Tidak hanya berdampak pada naiknya temperatur bumi, perubahan iklim juga memengaruhi berbagai aspek alam dan kehidupan manusia, seperti kualitas dan kuantitas air, habitat, hutan, kesehatan, lahan pertanian, hingga ekosistem wilayah pesisir. Berikut penjelasan lengkapnya.

A kayaker fishes in Lake Oroville as water levels remain low due to continuing drought conditions in Oroville, Calif., Aug. 22, 2021. (AP Photo/Ethan Swope)Foto: Warga dengan menggunakan kayak memancing di Danau Oroville saat permukaan air rendah karena kondisi kekeringan yang berkelanjutan di Oroville, California, 22 Agustus 2021. (AP Photo/Ethan Swope)

1. Menurunnya Kualitas Air

Dampak perubahan iklim yang pertama adalah menurunnya kualitas air. Curah hujan yang terlalu tinggi akan mengakibatkan menurunnya kualitas sumber air. Selain itu, kenaikan suhu juga mengakibatkan kadar klorin pada air bersih.

2. Kuantitas Air Berkurang

Pemanasan global membuat jumlah air pada atmosfer meningkat yang kemudian meningkatkan curah hujan. Meski kenaikkan curah hujan dapat meningkatkan jumlah sumber air bersih, curah hujan yang terlalu tinggi mengakibatkan tingginya kemungkinan air untuk langsung kembali ke laut. Jadi, air tak akan sempat tersimpan dalam sumber air bersih untuk digunakan manusia.

3. Perubahan Habitat

Pemanasan suhu bumi, kenaikan batasan air laut, terjadinya banjir dan juga badai karena perubahan iklim akan membawa perubahan besar pada habitat sebagai rumah alami bagi berbagai spesies binatang, tanaman, dan berbagai organisme lain.

4. Spesies Punah

Selanjutnya adalah punahnya spesies. Perubahan habitat bisa menyebabkan punahnya berbagai spesies, baik binatang maupun tanaman, seperti pohon-pohon besar di hutan yang menjadi penyerap utama karbondioksida.

Spesies yang punah ini disebabkan karena tidak sempat beradaptasi terhadap perubahan suhu dan perubahan alam yang terjadi terlalu cepat. Punahnya berbagai spesies ini juga bakal berdampak lebih besar pada ekosistem dan rantai makanan.

5. Kualitas dan Kuantitas Hutan Menurun

Kebakaran hutan merupakan salah satu dampak dari perubahan iklim. Sebagai paru-paru bumi, hutan merupakan produsen oksigen (O2). Selain itu, hutan juga membantu menyerap gas rumah kaca yang menjadi penyebab terjadinya pemanasan global.

6. Wabah Penyakit Meningkat

Kenaikan suhu dan curah hujan bisa meningkatkan penyebaran wabah penyakit yang mematikan, seperti malaria, kolera, dan demam berdarah. Ini disebabkan karena nyamuk pembawa virus-virus tersebut hidup dan berkembang biak pada cuaca yang panas dan lembab, dimana kondisi demikian akan secara umum disebabkan oleh perubahan iklim.

Selain itu, penipisan ozon menyebabkan peningkatan intensitas sinar ultraviolet yang mencapai permukaan bumi penyebab kanker kulit, katarak, dan penurunan daya tahan tubuh manusia. Jadi, manusia bakal lebih rentan terhadap asma dan alergi, hingga jantung dan stroke.

7. Lahan Pertanian Berkurang dan Tidak Produktif

Perubahan iklim juga bisa menyebabkan lahan pertanian berkurang. Suhu yang terlalu panas, berkurangnya ketersediaan air, dan bencana alam yang disebabkan perubahan iklim dapat merusak lahan pertanian.

Selain merusak lahan pertanian, perubahan iklim juga bakal menyebabkan perubahan masa tanam dan panen. Ini berpotensi juga menyebabkan munculnya hama dan wabah penyakit pada tanaman yang sebelumnya tidak ada.

Patung yang disebut Foto: Patung yang disebut "Moai" terlihat di sebuah bukit di Pulau Paskah, Chili 1 Februari 2019. Foto diambil 1 Februari 2019. (REUTERS / Jorge Vega)

8. Tenggelamnya Daerah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil

Peningkatan permukaan air laut menyebabkan bergesernya batas daratan di daerah pesisir yang kemudian menenggelamkan sebagian daerah pesisir ataupun pemukiman di daerah pesisir.

Selain itu, kenaikan suhu bumi yang menyebabkan mencairnya es pada dataran kutub-kutub bumi bisa membuat peningkatan permukaan air laut dan menenggelamkan pulau-pulau kecil.

Cara Mengatasi Perubahan Iklim

Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi perubahan iklim. Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB menjelaskan beberapa cara mengatasi perubahan iklim yang bisa Anda lakukan dengan mudah. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

1. Hemat Energi

Sebagian besar listrik dan panas ditenagai oleh batu bara, minyak, dan gas. Oleh karena itu, cara mengatasi perubahan iklim yang pertama adalah dengan menggunakan lebih sedikit energi dengan menurunkan pemanasan dan pendinginan.

Anda bisa beralih ke bola lampu LED dan peralatan listrik hemat energi, mencuci cucian dengan air dingin, atau menggantung barang-barang hingga kering daripada menggunakan pengering.

2. Jalan Kaki, Bersepeda, atau Gunakan Transportasi Umum

Kendaraan membanjiri jalanan dan membuat kemacetan. Kebanyakan dari kendaraan yang ada di jalan raya membakar solar atau bensin. Solusinya, Anda bisa mencoba berjalan atau mengendarai sepeda daripada mengemudi karena ini akan mengurangi emisi gas rumah kaca serta membantu menjaga kesehatan.

Selain itu, Anda bisa mempertimbangkan transportasi umum, seperti kereta atau bus jika harus menempuh perjalanan jauh. Cara mengatasi perubahan iklim ini sangat mudah untuk Anda lakukan.

3. Beralih ke Kendaraan Listrik

Jika Anda berencana membeli mobil, pertimbangkan untuk membeli mobil listrik. Mobil listrik membantu mengurangi polusi udara dan menyebabkan emisi gas rumah kaca yang jauh lebih sedikit daripada kendaraan bertenaga gas atau diesel.

4. Perbanyak Makan Sayur

Asupan makanan juga berpengaruh dalam mengatasi perubahan iklim. Anda bisa makan lebih banyak sayuran, buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan, dan sedikit mengonsumsi daging dan susu.

Cara ini dapat menurunkan dampak lingkungan Anda secara signifikan. Produksi makanan nabati umumnya menghasilkan lebih sedikit emisi gas rumah kaca dan membutuhkan lebih sedikit energi, tanah, dan air.

5. Kurangi, Gunakan Kembali, Perbaiki, dan Daur Ulang

Terakhir, ada cara mengatasi perubahan iklim tak kalah mudah yang bisa Anda coba. Elektronik, pakaian, dan barang-barang lain yang Anda beli menyebabkan emisi karbon di setiap titik produksi, mulai dari ekstraksi bahan mentah hingga pembuatan dan pengangkutan barang ke pasar. Untuk melindungi iklim, beli lebih sedikit barang, belanja barang bekas, perbaiki apa yang Anda bisa, dan lakukan daur ulang.

Itulah pengertian, penyebab, dampak, dan cara mengatasi perubahan iklim. Jadi, jangan sampai bingung memahami perubahan iklim. Anda juga bisa mulai melakukan gerakan kecil yang berdampak besar untuk menjaga iklim bumi. Semoga bermanfaat!


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Hutan Amazon Mendekati Kematian, Kondisi Bumi di Ujung Tanduk


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading