Jokowi Ajak Lestarikan Alam, Kondisi Bumi Memang Bikin Cemas

Tech - Redaksi, CNBC Indonesia
05 June 2022 18:20
Presiden Joko Widodo tiba di Sirkuit Formula E Ancol sekitar pukul 14.15 WIB, Sabtu, 4 Juni 2022. Presiden disambut oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Gubernur DKI Anies Baswedan, Chairman of Formula E Jakarta-Indonesia Ahmad Sahroni, dan Formula E Chief Championship Officer & Co-Founder, Alberto Longo. (Dok: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Jokowi mengirim pesan pelestarian alam di media sosial untuk menandai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Ternyata, kondisi bumi saat ini sudah sangat mencemaskan akibat perubahan iklim.

Lewatakun Instagramnya, Presiden Jokowi mengucapkan selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Dia menyerukan agar setiap orang ikut ambil bagian dalam upaya menyelamatkan lingkungan hidup.

Jokowi Tanam Bibit dan Tinjau Panen Sorgum, Sumba Timur, 2 Juni 2022Foto: Presiden Jokowi
Setiap orang bisa punya andil menyelamatkan bumiPresiden Jokowi

"Setiap kita punya peran dalam pelestarian alam. Setiap orang bisa punya andil menyelamatkan bumi," kata Presiden, seperti dikutip Minggu (5/6/2022).


Lalu, bagaimana kondisi lingkungan hidup saat ini. Menurut riset terbaru salah satu badan PBB, yaitu Organisasi Meteorologi Dunia, tahun 2021 adalah tahun terburuk dalam perubahan iklim. Kondisi terkini lingkungan hidup dituangkan dalam laporan State of the Global Climate 2021.

Melansir The Guardian, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan WMO jadi penanda kegagalan manusia mengatasi masalah perubahan iklim (climate change).

"Satu-satunya masa depan yang berkelanjutan adalah yang terbarukan. Kabar baiknya garis hidup tepat di depan kita. Angin dan Matahari sudah tersedia dalam banyak kasus lebih murah daripada batu-bara dan bahan bakar fosil lain. Jika kita bertindak bersama, transformasi energi terbarukan dapat menjadi proyek perdamaian pada abad 21," jelasnya dikutip dari Popsci.

Laporan itu mengevaluasi dampak global pada iklim dalam enam hal yaitu atmosfer, daratan, lautan, air Beku Bumi disebut kriosfer, peristiwa ekstrem dan risiko serta solusi. Sementara itu ada empat indikator pemanasan global mencetak rekor baru tahun lalu, yakni gas rumah kaca, kenaikan permukaan laut, panas laut, dan pengasaman laut.

Konsentrasi karbon dioksida mencapai rekor baru pada 2020 dengan 413,2 bagian per juta atau 149% dari tingkat pra-industri. Terdapat peningkatan di tahun 2021 dan awal 2022, di mana naik rata-rata 4,5 milimeter per tahun pada tahun lalu.

Selain itu laut juga lebih hangat panas dan tingkat pH lautan sangat rendah yang berarti lebih asam dari sebelumnya. WMO menambahkan tujuh tahun terakhir juga memegang rekor untuk suhu terpanas.

Dunia juga nampaknya akan gagal memenuhi Perjanjian Paris, menjaga pemanasan 1,5 hingga 2 derajat Celcius. Keadaan ini juga membuat masyarakat perlu berinvestasi pada sistem yang lebih baik untuk mendeteksi dan memprediksi peristiwa cuaca ekstrem.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Hari Bumi 2022 dan Ngerinya Dampak Perubahan Iklim


(dem/dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading