Kesedihan Astronaut NASA Usai Melihat Bumi dari Luar Angkasa

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
28 June 2022 08:05
General view of Itacoai River during the search operation for British journalist Dom Phillips and indigenous expert Bruno Pereira, who went missing while reporting in a remote and lawless part of the Amazon rainforest near the border with Peru, in Atalaia do Norte, Amazonas state, Brazil, June 10, 2022. REUTERS/Bruno Kelly

Jakarta, CNBC Indonesia - Astronaut NASA, Megan McArthur, mengaku sedih melihat Bumi dari luar angkasa. Ia menjadi salah satu astronaut yang bertugas di stasiun antariksa International Space Station (ISS).

Dia sedih karena adanya kebakaran di beberapa wilayah di Bumi. Dari luar angkasa, ternyata kebakaran hutan di Bumi bisa terlihat dengan mudah. Kejadian itu menimpa bukan hanya di Amerika Serikat saja, ungkap McArthur.

"Kami sangat sedih melihat kebakaran di sebagian besar Bumi, bukan hanya Amerika Serikat," ujar McAthur dalam wawancaranya dengan Insider dan dikutip dari Futurism, dikutip Selasa (28/6/2022).



Ia mengatakan bahwa sebenarnya para ilmuwan telah memperingatkan kebakaran hutan itu. Untuk menyelesaikan masalah ini, McArthur menyebut membutuhkan kerja sama dari seluruh komunitas global.

"Selama bertahun-tahun para ilmuwan dunia telah membunyikan bel alarm ini. Ini adalah peringatan bagi seluruh komunitas global. Butuh seluruh komunitas global untuk menghadapi ini dan mengatasi tantangan tersebut," jelasnya.

Kebakaran hutan ini terjadi beberapa waktu lalu dan terlihat dari citra satelit berbentuk awan asap. Daerah yang mengalaminya mulai dari Siberia, Yunani, Spanyol hingga Pacific Northwest.

Turki dilaporkan cukup terpukul karena bencana kebakaran itu. AS juga disebut melakukan upaya merekrut petugas kebakaran dengan jumlah cukup.

Sementara itu hutan hujan di Brasil mengalami ancaman deforestasi. Simon Evans dari Carbon Brief mengatakan kejadian tersebut telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.

Sebagai informasi deforestasi dilakukan agar lahan dapat dialihgunakan misalnya pertanian, peternakan, bahkan kawasan tinggal atau perkotaan. Kejadian di Brasil dijalankan kolonialis sebagai cara membuka lahan untuk menanam tanaman komersial seperti karet, gula, dan tembakau.

Ini dipercepat dalam paruh terakhir abad 20 yakni sebagai lahan peternakan sapi, perkebunan tanaman skala industri. Misalnya adalah kedelai, kelapa sawit dan penebangan.

Parahnya terlihat dari foto udara, lahan terus berkurang dari waktu ke waktu. Amazon jadi lebih banyak melepaskan Co2 daripada menyerapnya dalam 10 terakhir.

Ancaman lainnya adalah 40% hutan juga berubah menjadi sabana kering. Ini terjadi jika hutan turun karena perubahan iklim. Sabana berada di wilayah dengan iklim sedang dan curah hujan lebih sedikit.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Hari Bumi 2022 dan Ngerinya Dampak Perubahan Iklim


(dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading