Perkembangan Teknologi

Tencent dan Alibaba Incar TKI demi Masuk Pasar Asia Tenggara

Tech - Bernhart Farras, CNBC Indonesia
28 September 2018 14:56
Tencent dan Alibaba Incar TKI demi Masuk Pasar Asia Tenggara
Jakarta/ Hong Kong, CNBC Indonesia - Bagi dua raksasa teknologi asal China Tencent dan Alibaba, para pembantu rumah tangga Asia Tenggara di Hong Kong bisa jadi merupakan kunci untuk ambisi global mereka di sektor layanan keuangan.

Baru-baru ini, kedua perusahaan meluncurkan layanan transfer uang yang memungkinkan para pekerja dari Indonesia dan Filipina yang berbasis di Hong Kong untuk mengirim uang ke negara asalnya dengan biaya murah dan cara yang mudah. Layanan tersebut adalah langkah pertama untuk mengejar bisnis pengiriman uang global yang bernilai lebih dari US$600 miliar (Rp 8.937 triliun) setiap tahunnya.



Tidak hanya transfer uang, sebelumnya kedua perusahaan berupaya lebih jauh untuk mengambil sistem pembayaran mobile WeChat Pay dan Alipay yang sangat sukses di luar negeri.


Asia Tenggara yang memiliki populasi lebih dari 600 juta orang yang sebagian besar tidak memiliki rekening bank merupakan medan pertempuran penting bagi raksasa teknologi Asia dan saingan mereka di Amerika Serikat (AS).

Afiliasi keuangan Alibaba, Ant Financial, menyebut inisiatif pengiriman uang yang telah beroperasi di Hong Kong sebagai "titik awal dan langkah signifikan dalam mempercepat langkah kami untuk mempromosikan inklusi keuangan secara global."

Di sisi lain, WeChat Pay besutan Tencent yang telah beroperasi hampir di seluruh China lebih berhati-hati mengenai tujuan penyediaan layanan We Remit-nya di Hong Kong, meskipun juru bicara perusahaan menyatakan terbuka akan "semua kemungkinan."

Bagaimanapun, mengirim uang lintas batas negara lebih sulit daripada yang terlihat. Itulah mengapa kedua perusahaan bekerja dengan perusahaan teknologi rintisan di bidang keuangan yang berbasis di Hong Kong, EMQ. Perusahaan ini memiliki izin dari otoritas dan kerja sama dengan berbagai bank di seluruh Asia Tenggara dan beberapa negara lainnya.

AlipayFoto: REUTERS/Ali Song
Alipay
"Kami adalah pipa dan distribusi untuk Tencent," kata CEO EMQ, Max Liu. Dia menolak berkomentar mengenai hubungan apapun dengan Ant Financial.

Tetapi, tiga sumber yang mengetahui hal tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa Ant Financial sedang mengembangkan kemitraannya sendiri dengan EMQ sebagai bagian dari rangkaian upaya pembayaran lintas batas baru. Ant Financial menolak berkomentar.

"Pipa" tersebut hanyalah sebuah bagian dari tantangan. Hasil wawancara Reuters dengan enam pekerja rumah tangga Filipina dan Indonesia di Hong Kong mengatakan akan butuh waktu untuk membuat keluarga mereka percaya pada layanan menerima kiriman uang melalui telepon genggam, dilansir dari Reuters.

Memang, We Remit saat ini tidak terhubung ke dompet digital di smartphone. Sebagai gantinya, penerima mengambil dana di bank atau pegadaian, seperti yang biasa mereka lakukan dengan layanan dari pemimpin pasar Moneygram dan Western Union.

Untuk pengirim, layanan ini sangat memudahkan. Selama bertahun-tahun, satu-satunya cara Rochelle Bumaglag, seorang pembantu rumah tangga dari Filipina, untuk mengirim uang ke negaranya adalah dengan mengantre selama berjam-jam di bank dan toko pengiriman uang di pusat kota Hong Kong pada hari liburnya.

"Ketika Saya pergi ke bank, banyak antrean dan banyak kerumitan. WeChat, mereka selalu memberi kami kurs yang bagus. Sangat mudah, sangat cepat. Saya pergi ke 7Eleven dan memasukkan uang ke rekening saya," kata pria berusia 42 tahun itu.



Daya tarik besar lainnya: baik WeChat maupun Alipay tidak memungut biaya, setidaknya untuk saat ini.

"Kurs WeChat adalah 6,80 peso untuk HKD (dolar Hong Kong), sedangkan kurs bank adalah 6,79 peso ditambah biaya HK$25. Ini adalah perbedaan besar bagi kami," kata Bumanglag, yang mengirimkan sekitar 10.000 peso, atau sekitar HK$ 1.470, setiap bulannya.

Perusahaan berharap pengguna WeChat dan Alipay yang baru akan mudah dibujuk untuk menggunakan layanan lain juga.


Biaya Mahal

Warga negara Filipina dan Indonesia merupakan mayoritas dari 370.000 pekerja rumah tangga di Hong Kong, menurut data pemerintah. Kedua negara itu adalah salah satu penerima transfer uang terbesar di dunia: Filipina menerima US$32,8 miliar dalam pengiriman uang pada tahun 2017 sementara Indonesia memiliki US$9 miliar, menurut Bank Dunia.

Lebih dari US$16,9 miliar pengiriman uang dilakukan melalui Hong Kong pada tahun yang sama.

Pengiriman uang global ke negara-negara berpenghasilan menengah dan rendah saja diperkirakan akan mencapai 485 miliar pada 2018.

Skala pasar menjelaskan mengapa Alibaba berusaha mengakuisisi Moneygram tahun lalu dalam kesepakatan senilai US$880 juta yang akhirnya dibatalkan oleh regulator AS.

WeChat PayFoto: REUTERS/Edgar Su
WeChat Pay
Bersama dengan Western Union yang berbasis di AS, Moneygram telah lama menjadi pemain dominan dalam bisnis yang secara tradisional bergantung pada jaringan fisik agen lokal mulai dari bank hingga toko swalayan dan pegadaian.

Mereka memiliki persyaratan kepatuhan yang rumit dan hambatan teknis dan peraturan lainnya. Ini berarti biaya yang mahal, terutama bagi mereka yang tidak mampu menggunakan layanannya.

Reuters menemukan bahwa biaya pengiriman uang di Hong Kong mulai dari HK$15 dan dapat mencapai HK$200, dengan biaya tambahan kadang-kadang disematkan dalam nilai tukar yang tidak menguntungkan.

Untuk saat ini, WeChat dan Alipay fokus untuk cepat meraih penerimaan pengguna, salah satu cara yang mereka lakukan adalah dengan membuat layanannya gratis.

WeChat mulai beroperasi di Hong Kong tahun lalu, bekerja sama dengan EMQ dan mitra lainnya termasuk rantai pegadaian rakyat Filipina yang populer, Cebuana dan Palawan.



Ant Financial yang diluncurkan melalui afiliasi Alipay HK dan menggunakan perangkat lunak blockchain mulai memindahkan uang antara Hong Kong dan Filipina pada akhir Juni.

Tidak seperti We Remit, layanan ini memungkinkan transfer real-time antara akun Alipay HK dan layanan pembayaran seluler Filipina Gcash, yang sebagian dimiliki Ant Financial dan dioperasikan oleh perusahaan telekomunikasi Globe Telecom. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading