Serba- Serbi Asian Games 2018

Belanja Suvenir di Smesco, Turis China Bayar Pakai QR Code

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
31 August 2018 15:19
Belanja Suvenir di Smesco, Turis China Bayar Pakai QR Code
Jakarta, CNBC Indonesia- Gedung Smesco Indonesia jadi destinasi belanja resmi untuk para kontingen yang ingin membeli suvenir Indonesia maupun khas Asian Games 2018. Tapi, ada yang unik dari transaksi para turis Cina yang ada di sana.

Mengantisipasi melonjaknya kontingen dan turis asing, Smesco sudah menyiapkan counter penukaran uang atau money changer. Eh, tahunya malah tidak laku karena para turis lebih suka transaksi cashless.




Direktur Utama LLP-KUKM, Emilia Suhaimi mengatakan turis-turis lebih suka menggunakan kartu debit atau kredit. Untungnya, kata Emilia, Smesco menyediakan mesin edisi khusus untuk transaksi internasional.

"Disini kami menyediakan mesin edisi yang bisa menerima berbagai kartu debit atau kredit internasional. Kami juga menyediakan money changer di dalam untuk memenuhi mereka yang tak memiliki rupiah," ujar Emilia  kepada CNBC Indonesia, Kamis (30/8/2018).

Tapi, agak beda dengan turis negara lain, turis China sangat senang membayar transaksi dengan QR code atau akun pembayaran mobile. 

Tidak hanya itu, para pembeli dari China di Smesco juga terlihat sangat berat menukarkan uang mereka dengan rupiah meskipun akhirnya  terpaksa harus menukarnya.

Akhirnya, mau tak mau Smesco pun siapkan alat pembayaran yang diminati turis China ini. Menurutnya infrastruktur teknologi pembayaran  QR code ternyata sangatlah murah dan sederhana. Hanya saja masih terkendala regulasi di Indonesia yang masih belum mumpuni untuk cashless.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada semester I-2018 jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk ke Indonesia mencapai 7,53 juta orang. Salah satu yang terbanyak berasal dari China dengan yang mencapai 1,048 juta orang dengan tujuan utama Pulau Bali.

Menjamurnya wisatawan Tiongkok ini, juga diikuti dengan maraknya penggunaan layanan pembayaran non tunai berbasis aplikasi seperti Alipay dan WeChat Pay untuk pembayaran transaksi. 

"Wisawatan China ke Bali itu sangat besar. Mereka prefer menggunakan alat pembayaran seperti itu, dibandingkan membawa dolar AS. Ini sudah terjadi sejak Maret 2018," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Causa Iman Karana kepada CNBC Indonesia, Selasa (7/8/2018). (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading