Polling CNBC Indonesia

Bunga Acuan BI 'Diramal' Tetap, Tak Naik Saja Sudah Syukur...

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
15 June 2021 07:10
FILE PHOTO: An Indonesia Rupiah note is seen in this picture illustration June 2, 2017. REUTERS/Thomas White/Illustration/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) diperkirakan masih mempertahankan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan ini. Dalam situasi seperti sekarang, di mana ada 'hantu' sedang bergentayangan, BI 7 Day Reverse Repo Rate tidak naik saja sudah syukur.

Gubernur Perry Warjiyo dan kolega dijadwalkan mengumumkan suku bunga acuan pada 17 Juni 2021. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan BI 7 Day Reverse Repo Rate tetap bertahan di 3,5%. Seluruh institusi yang terlibat dalam pembentukan konsensus sepakat bulat, tidak ada yang mbalelo.


Institusi

BI 7 Day Reverse Repo Rate (%)

Bank Danamon

3.5

Bank Mandiri

3.5

BCA

3.5

Danareksa Research Institute

3.5

BNI Sekuritas

3.5

ING

3.5

Bank Permata

3.5

UOB

3.5

Standard Chartered

3.5

ANZ

3.5

Mirae Asset

3.5

Bahana Sekuritas

3.5

DBS

3.5


Sejak pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) menghantam Indonesia, BI bergerak cepat dengan memangkas suku bunga acuan habis-habisan. Pada awal 2020, BI 7 Day Reverse Repo Rate masih berada di 5% dan kini sudah 3,5%, terendah dalam sejarah suku bunga acuan Indonesia. Artinya, BI sudah memotong suku bunga acuan sebanyak 150 basis poin (bps).

Selain penurunan suku bunga acuan, BI juga memberikan berbagai stimulus buat perekonomian nasional. Sejak awal tahun hingga 21 Mei 2021, BI telah menggelontorkan likuiditas (quantitative easing) sebesar Rp 88,91 triliun. Sepanjang 2020, nilai quantitative easing mencapai Rp 726,57 triliun.

Plus, BI juga menambah likuiditas di perekonomian (sekaligus ikut berkontribusi dalam pendanaan anggaran negara) dalam bentuk pembelian obligasi pemerintah. Tahun lalu, nilai pembelian Surat Berharga Negara (SBN) oleh BI adalah Rp 473,42 triliun dan tahun ini hingga 8 Juni 2021 nilainya adalah Rp 15,87 triliun.

Kemudian, BI juga melonggarkan ketentuan kredit buat rumah tangga. Fasilitas bebas uang muka untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) masih berlaku.

Oleh karena itu, BI boleh dibilang sudah all out attack, sudah gung ho. Sekarang tinggal bagaimana berbagai keringanan yang sudah diberikan itu bisa mendorong perbankan untuk lebih rajin menyalurkan kredit, baik kepada dunia usaha maupun rumah tangga.

Halaman Selanjutnya --> Bunga Kredit Masih Ketinggian!

Bunga Kredit Masih Ketinggian!
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading