Perang Dagang, Saham Mana Lebih Oke: Alibaba atau Tencent?

Fintech - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
16 May 2019 17:45
Perang Dagang, Saham Mana Lebih Oke: Alibaba atau Tencent?
Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa analis membeberkan saham mana yang lebih baik untuk dimiliki ketika raksasa teknologi Alibaba dan Tencent berupaya menghadapi tantangan meningkatnya ketegangan perdagangan antara China dan Amerika Serikat (AS).

"Saat ini, saya pikir Alibaba mungkin akan menjadi saham yang lebih baik karena memiliki pertumbuhan yang jauh lebih baik daripada Tencent," kata Leo Sun, spesialis teknologi dan barang konsumen di The Motley Fool, kepada "Street Signs" CNBC, Kamis (16/05/2019).

"Mungkin untuk saat ini lebih baik tetap memegang saham Alibaba karena pertumbuhannya lebih cepat dari kuartal sebelumnya alih-alih melambat," kata Sun, yang mengatakan dia secara pribadi memiliki saham Tencent.


Komentarnya muncul setelah dua raksasa internet itu merilis laporan keuangan yang melampaui ekspektasi.


Pendapatan Alibaba naik menjadi 93,50 miliar yuan (Rp 196,3 triliun) untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret. Capaian ini melampaui estimasi 91,58 miliar yuan, menurut data IBES dari Refinitiv, dilansir dari CNBC International.

"Saya akan mengatakan Alibaba telah melaporkan serangkaian hasil yang sangat kuat," kata David Dai, analis senior di Bernstein, dalam acara "Squawk Box" CNBC, Kamis.

"Jika Anda melihat bisnis inti, bisnis ini telah menghasilkan pertumbuhan yang signifikan," kata Dai. "Sebenarnya, ini adalah akselerasi dari kuartal sebelumnya, yang sangat kuat ketika ekonomi China melambat."

Dengan penetrasi e-commerce di China saat ini sebesar 19%, ia menambahkan, "masih ada banyak ruang untuk tumbuh lebih lanjut" dan Alibaba kemungkinan akan menjadi "penerima manfaat terbesar" karena penyebaran belanja online.

Alibaba menghasilkan uang dengan menjual layanan iklan dan promosi kepada pedagang pihak ketiga yang mencantumkan produk di Taobao dan Tmall, dua dari situs e-commerce-nya.

Perang Dagang, Saham Mana Lebih Oke: Alibaba atau Tencent?Foto: Infografis/Rahasia Menjadi Pengusaha sukses dari pendiri ALibaba/Aristya Rahadian Krisabella

Tencent juga membukukan rekor laba kuartalan, meskipun pendapatan tumbuh di laju paling lambat yang pernah ada.

Bisnis Tencent terhantam pada sebagian besar 2018 karena pembekuan persetujuan video game oleh regulator internet China. Hal ini mengakibatkan penurunan laba terdalam di periode tiga bulan hingga Desember, dan pertumbuhan laba tahunan paling lambat dalam 13 tahun terakhir.

Pengurusan persetujuan game dimulai kembali pada Desember dan Tencent akhirnya menerima izin untuk meluncurkan permainan andalannya "Perfect World Mobile" pada kuartal Januari-Maret.

Awal bulan ini, perusahaan juga menghentikan versi uji coba dari "PlayerUnknown Battlegrounds" (PUBG) yang populer di China dan mendukung "Game for Peace" yang bertema anti-terorisme, sebuah judul yang Sun katakan "diproduksi atas bimbingan unit rekrutmen militer China."



Langkah ini dilakukan setelah Tencent berjuang demi mendapatkan persetujuan untuk dapat melakukan jual beli pelengkap game dalam aplikasi PUBG. "Game for Peace" mendapat lampu hijau pada bulan April.

"'Game of Peace' menghasilkan pendapatan US$50 juta dalam 72 jam pertama peluncurannya, dan bisa mengimbangi penurunan yang sedang berlangsung di 'Honor of Kings,' yang kehilangan 12% dari pemain aktif bulanannya di bulan Maret," kata Sun.

"Saat ini, fokusnya mungkin pada apakah pendapatan (Tencent) dapat didorong lagi," katanya.
Dampak perang dagang
Kedua analis sepakat bahwa lingkungan global membebani saham Alibaba dan Tencent dan memaksa mereka mencari sumber pertumbuhan di dalam negeri.

"Di bawah tekanan global, apa yang dimiliki oleh perusahaan internet China, seperti yang telah kita lihat di Alibaba dan di Tencent, difokuskan pada konsumsi domestik dan fokus pada transisi China ke ekonomi konsumsi untuk mendorong pertumbuhan bagi semua perusahaan," kata Dai.



Sun setuju dan mengatakan saham-saham perusahaan China secara umum saat ini "terbebani" oleh konflik seperti perang perdagangan antara Washington dan Beijing serta lesunya ekonomi China.

"Anda akan melihat bahwa, jika makro terus melambat, ini akan berdampak pada konsumsi masyarakat dalam jangka pendek," kata Dai. "Hal itu hampir tidak bisa dihindari, tetapi jangka panjang untuk perusahaan internet, jauh lebih penting."


Saksikan video mengenai PUBG berikut ini.

[Gambas:Video CNBC]

(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading