Xi Jinping Kian Keras, Alibaba Cs Belum Bisa Bernafas Lega

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
12 August 2021 16:00
Great Wall, China

Jakarta, CNBC Indonesia - China terus melanjutkan tekanan pada industri teknologi di negaranya. Pemerintah setempat dikabarkan akan menyusun undang-undang baru mengenai keamanan nasional, inovasi teknologi, monopoli dan pendidikan yang melibatkan orang asing.

Kabar ini berasal dari pemimpin nasional dalam sebuah dokumen yang diterbitkan pada Rabu (11/8/2021) kemarin.Dalam Blue Print lima tahunan hingga 2024 bertujuan untuk mengatasi monopoli, dan "aturan hukum yang berhubungan dengan asing".

Peraturan yang berkaitan dengan ekonomi digital China termasuk "keuangan internet, kecerdasan buatan, big data, cloud computing dan lain-lain" juga akan ditinjau. Selama ini aturan untuk sektor ini cukup longgar membuat bermunculan perusahaan teknologi raksasa dari Tiongkok.


Pengumuman ini menimbulkan kekhawatiran baru bahwa tindakan keras Beijing terhadap sektor teknologi dan perusahaan pendidikan swasta akan berlanjut dan berkembang dalam tahun-tahun mendatang.

Dalam beberapa bulan terakhir, Beijing telah meluncurkan penyelidikan anti-monopoli ke beberapa perusahaan teknologi terbesar di negeri itu dan mengambil tindakan keras terhadap berbagai bisnis lainnya.

Pada April lalu, raksasa teknologi Alibaba didenda US$2,8 miliar dan menjadi rekor denda tertinggi di China setelah penyidik menemukan bahwa mereka menyalahgunakan posisi pasar dominan selama bertahun-tahun untuk mengatasi persaingan.

Bulan lalu, Beijing memerintahkan Tencent untuk mengakhiri kesepakatan bisnis musik eksklusif dengan label rekaman di seluruh dunia, seperti dikutip dari BBC, Kamis (12/8/2021).

Juli lalu, beberapa platform online terbesar seperti Kuaishou, QQ (Tentent), Taobao dan Weibo (Alibaba) diperintahkan untuk menghapus konten terkait anak-anak yang tak pantas.

China juga meluncurkan perombakan di bidang bimbingan belajar (bimbel) dan les privat yang membuat sektor bernilai US$120 miliar ini mulai dijauhi investor. China mewajibkan bimbel dan les privat yang mengajarkan kurikulum sekolah menjadi organisasi nirlaba.

Minggu ini pengawas perbankan dan asuransi China meningkatkan regulasi perusahaan asuransi online untuk menghentikan pemasaran dan penetapan harga yang tidak tepat atau menghadapi "hukuman berat".


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Xi Jinping Bikin Alibaba & Tencent Cs Ketar-Ketir, Ada Apa?


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading