Dituding Lakukan Suap, Petinggi Weibo China Ditahan!

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
11 August 2021 13:50
FILE PHOTO: Icons of WeChat and Weibo apps are seen on a smartphone in this picture illustration taken December 5, 2013. REUTERS/Petar Kujundzic/Illustration/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Moa Taotao yang menjabat sebagai Direktur Humas di perusahaan raksasa media sosial China, Weibo, dilaporkan ditangkap oleh pihak berwenang setempat.

Dia dituding melakukan suap dan sangat merugikan kepentingan perusahaan.

Laporan tersebut berasal dari memo internal yang dikirimkan kepada staf dan diterbitkan oleh media lokal China. Memo itu berisi soal pemecatan serta penangkapan Mao, dan sumber perusahaan mengonfirmasi soal memo tersebut.


"Sesuai dengan kebijakan perusahaan dan hukum, kami memutuskan untuk memecat Mao sebagai hukuman dan tidak akan mempekerjakan dia lagi," tulis memo tersebut, dikutip dari Reuters, Rabu (11/8/2021).

Mao diketahui bergabung dengan Weibo pada 2010. Dalam memo tersebut dituliskan, dia dengan cepat mendapatkan kenaikan pangkat di Departemen Pemasaran dan Humas.

Memo itu juga menuliskan Mao gagal bertindak sebagai seseorang yang dijadikan panutan dan jatuh dalam godaan.

"Sebagai karyawan lama perusahaan dan Kepala Departemen penting, dia gagal bertindak sebagai role model dan jatuh dalam godaan yang membuat kami sakit dan menyesal," ungkap memo itu.

Weibo tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters. Sementara Mao tidak bisa segera dihubungi.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah perusahaan teknologi di China telah mengandalkan penyelidikan korupsi. Ini dilakukan saat Presiden Xi Jinping juga melakukan kampanye anti korupsi dan saat valuasi serta profile meningkat setelah adanya ledakan teknologi di negara itu.

Mao bukan satu-satunya karyawan perusahaan teknologi yang dihukum karena melanggar aturan. Awal tahun ini, mantan Wakil Presiden Kuaishou, platform berbagi video, ditangkap karena dugaan korupsi.

Sementara Tencent Holdings juga mengatakan salah satu eksekutifnya sedang dalam penyelidikan oleh piha berwenang. Eksekutif itu dituding melakukan korupsi pribadi.

Selain itu perusahaan teknologi China juga mendapat sorotan minggu ini. Alibaba Group diproses karena menunda penindasan atas laporan dugaan pelecehan seksual oleh seorang karyawan terhadap manajer dan kliennya.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading