Sanksi Trump Bikin Huawei Makin Menderita Tahun ini

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
23 February 2021 12:05
The company logo is seen at the office of Huawei in Beijing, December 6, 2018.  REUTERS/Thomas Peter

Jakarta, CNBC Indonesia - Sanksi yang dijatuhkan Presiden Donald Trump membuat bisnis smartphone Huawei Technologies kian tertekan. Produksi smartphone Huawei dilaporkan anjlok dalam tahun ini.

Ini merupakan laporan dari Nikkei Asia Review, dengan mengutip beberapa pemasok yang tak disebutkan namanya, seperti dikutip CNBC Indonesia, Selasa (23/2/2021).

Dalam laporan tersebut disebutkan Huawei telah memberitahu pemasoknya pemesanan komponen akan dipangkal lebih dari 60% tahun ini. Bahkan Huawei disebut hanya akan memproduksi 70-80 juta unit smartphone di 2021.


Angka ini jelas turun lebih dari 60% dibandingkan pengiriman tahun lalu yang mencapai 189 juta unit. Angka ini lebih kecil lagi bila dibandingkan pengiriman tahun 2019 yang mencapai 240 juta unit.

Sebelumnya ada dua sanksi yang harus diterima oleh Huawei. Pada pertengahan 2019, Departemen Perdagangan AS melarang perusahaan AS bekerja sama dengan Huawei tanpa izin.

Dampaknya smartphone Huawei tak mendapatkan lisensi Android yang membuat smartphone baru tidak mendapatkan aplikasi bawaan Google seperti Gmail, YouTube, Maps hingga Play Store. Sanksi ini bikin smartphone Huawei kurang diminati pengguna di luar China.

Sanksi kedua melarang perusahaan yang menggunakan teknologi AS untuk kerja sama dengan Huawei tanpa izin. Dampaknya pasokan semikonduktor ke Huawei tersendat. Bahkan Huawei harus menutup perusahaan chip miliknya karena dampak aturan tersebut.

Pemerintah Trump menjatuhkan sanksi ke Huawei setelah diterbitkannya kondisi darurat teknologi di AS. Trump menuduh perangkat Huawei dapat disusupi pemerintah China untuk memata-matai negara lain. Huawei terus membantah tuduhan tersebut.

Pada masa pemerintahan Joe Biden kondisinya belum banyak berubah.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading