Produsen HP China Honor Senasib dengan Huawei, Diblokir AS?

Tech - roy, CNBC Indonesia
09 August 2021 11:45
Honor

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 14 anggota House of Representatives atau DPR Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik meminta Departemen Perdagangan memasukkan produsen ponsel China Honor ke daftar hitam (blacklist) ekonomi pemerintah.

Kelompok ini meminta agar pemerintah melarang Honor membeli suku cadang dan komponen dari perusahaan AS atau menggunakan teknologi AS tanpa persetujuan pemerintah. Kelompok ini dipimpin oleh Michael McCoul, anggota Komite Urusan Luar Negeri DPR AS.

Sebelumnya, Huawei telah dimasukkan dalam daftar hitam AS oleh pemerintahan di era Presiden Donald Trump. Salah satu sanksinya adalah melarang perusahaan AS menjual teknologinya ke raksasa teknologi China itu. Dampaknya perusahaan kesulitan mendapatkan semikonduktor untuk membuat Chip Kirin.


Adapun Honor dulunya merupakan bagian dari Huawei. Namun kemudian dijual kepada konsorsium yang terdiri dari 30 agen dan dealer dalam sebuah perusahaan bernama Shenzhen Zhixin New Information Technology.

Dalam suratnya kepada Departemen Perdagangan AS, kelompok anggota DPR dari Partai Republik itu mengatakan Honor dipisahkan "dalam upaya menghindari kebijakan kontrol ekspor AS yang dimaksudkan untuk menjaga teknologi dan software AS dari tangan Partai Komunis Tiongkok (PKT)," seperti dikutip dari Reuters, Senin (9/8/2021).

Surat itu mengutip para analis yang mengatakan "menjual Honor memberinya akses ke chip semikonduktor dan software yang diandalkan dan mungkin akan diblokir jika divestasi tidak dilakukan."

Honor memang tidak masuk dalam daftar blacklist AS. Setelah memisahkan diri dari Huawei, Honor melanjutkan kerja sama dengan pembuat chip AS, termasuk Intel Corps, dan Qualcomm Inc dan meluncurkan seri ponsel terbaru.

Seorang juru bicara Departemen Perdagangan AS mengatakan bahwa badan tersebut menghargai "perspektif para anggota Kongres ini." Dia menambahkan departemennya "terus meninjau informasi yang tersedia untuk mengidentifikasi potensi penambahan ke Daftar Entitas."

Bagi Ma Jihua, seorang analis industri telekomunikasi di China mengatakan Honor sudah menjadi unit independen di luar Huawei. Tidak ada alasan bagi AS untuk secara sewenang-wenang dan melarang merek smartphone China.

"Larangan Honor hanya akan merugikan perusahaan AS sendiri seperti Qualcomm daripada membatasi kebangkitan teknologi China," kata Ma Jinhua, seraya menambahkan bahwa Honor sekarang hanyalah merek smartphone yang mirip dengan perusahaan domestik lainnya seperti Xiaomi, Vivo dan Oppo, yang belum menjadi sasaran AS.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading