Internasional

Heboh Jack Ma Hilang Pergi ke Mana, Ini Update Terbarunya!

Tech - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
11 February 2021 09:10
FILE - In this May 15, 2019, file photo, founder of Alibaba group Jack Ma arrives for the Tech for Good summit in Paris. (AP Photo/Thibault Camus, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasca memanasnya hubungan pendiri Alibaba GroupĀ Jack Ma dan Pemerintahan Presiden China Xi Jinping, Ma bak ditelan bumi dan jarang terlihat di publik. Namun baru-baru Ma terlihat sedang bermain golf setelah absen lama dari sorotan publik.

Sebagaimana ditulis Bloomberg pada Rabu (10/2/2021), mengutip orang-orang yang enggan disebutkan namanya, Ma terlihat bermain golf di Sun Valley Golf Resort, kompleks golf di ujung selatan pulau Hainan, China.


Pria yang memiliki kekayaan bersih mencapai US$ 61,4 miliar ini sebelumnya pertama kali muncul kembali selama acara "Penghargaan Guru Pedesaan Jack Ma" melalui video meeting bersama dengan 100 guru pedesaan dari seluruh negeri pada 20 Januari lalu.

Media lokal Tianmu News, portal berita yang didukung pemerintah China, merupakan yang pertama kali melaporkan hal ini.

Hilangnya Ma dari sorotan publik, sebagaimana ditulis Bloomberg, mungkin adalah salah satu trik sementara Alibaba dan perusahaan pembayaran digitalnya, Ant Group, mengatasi masalah mereka dengan regulator China.

Ketidaksukaan Xi pada Ma bermula pada Ma yang terang-terangan mengkritik regulator sistem keuangan dan bank-bank pemerintah dalam sebuah diskusi publik di Shanghai pada Oktober 2020 lalu.

Sebelumnya, salah satu orang terkaya China itu menyerukan reformasi sistem keuangan yang "yang menahan inovasi bisnis" dan menyamakan peraturan perbankan yang diterapkan China saat ini sebagai "klub orang tua". Ma juga mengatakan Bank China beroperasi dengan mentalitas "pegadaian".

Tentu pidato itu membuat marah pemerintah China. Kritiknya itu dianggap menyerang otoritas Partai Komunis. Dampaknya adalah tindakan yang keras terhadap bisnis Fintech milik Alibaba, Ant Group.

Penghentian penawaran saham perdana (IPO) Ant Group senilai US$ 37 miliar atau setara Rp 518 triliun menjadi keputusan pribadi Xi atas komentar Ma. Informasi ini diungkap pejabat China yang identitasnya dirahasiakan kepada Wall Street Journal pada November 2020 lalu.

Menurut laporan tersebut, Xi telah memerintahkan regulator China untuk melakukan investigasi dan secara efektif menghentikan penawaran saham Ant Group. Secara bersamaan pemerintah juga menyelidiki Alibaba atas dugaan monopoli.

Pemerintah China menghentikan IPO Ant Group dua hari sebelum pencatatan perdana saham di bursa saham Hong Kong dan bursa saham Shanghai. Keputusan ini dibuat setelah beberapa hari setelah Jack Ma mengkritik pengawas sektor keuangan dan bank negara.

Xi, secara resmi juga tidak memasukan nama Ma dalam daftar pemimpin wirausaha China. Ini menjadi bukti terbaru ketidaksukaan Xi kepada Ma. Peristiwa ini juga bisa diartikan sebagai penghinaan untuk pengusaha tersebut.

Dalam artikel yang diterbitkan Shanghai Securities News pada awal Januari, nama Ma tidak ada dalam daftar tersebut. Sebaliknya, Ren Zhengfei dari Huawei Technologies, Lei Jun dari Xiaomi Corp, dan Wang Chuanfu dari BYD, perusahaan kendaraan listrik, dipuji atas kontribusinya terhadap China.




[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading