Fintech Jack Ma Belum Bisa Bernafas Lega, ini Buktinya

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
22 February 2022 18:35
FILE - In this Oct. 26, 2020, file photo, a view of the signage of Ant Group is seen at the headquarters compound of the fintech giant in Hangzhou in eastern China's Zhejiang province. The CEO of Ant Group, the world’s biggest financial technology company, has resigned from the company due to personal reasons. Ant Group thanked Simon Hu on Friday, March 12, 2021, for his contributions to the business. He had served as CEO since 2019. (Chinatopix Via AP, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ant Group, yang terafiliasi dengan Alibaba Group milik Jack Ma, kembali berurusan dengan pemerintah China. Regulator setempat meminta perusahaan milik negara untuk memulai putaran pemeriksaan baru untuk mengetahui investasi mereka dan hubungan lain dengan perusahaan.

Informasi ini dilaporkan Reuters yang mengutip tiga orang sumber. Bank milik negara dan non-bank jadi beberapa entitas yang diminta regulator untuk melakukan pengecekan, dikutip Selasa (22/2/2022).

Seorang sumber mengatakan permintaan tersebut datang minggu lalu. Namun belum jelas apakah Ant Group diberi tenggat waktu menyerahkan informasi atau tindakan yang dilakukan setelah permintaan itu.


Reuters menuliskan Ant Group menolak untuk mengomentari masalah ini.

Langkah terbaru ini tak lama setelah otoritas setempat terus meluncurkan inisiatif terbaru untuk sektor teknologi di China. Industri itu juga terus menerus dihantam tindakan tegas regulator selama setahun penuh, dengan tujuan menjaga risiko keuangan tetap terkendali.

Sejak beberapa waktu lalu, Ant Group selalu berurusan dengan pemerintah China. Perusahaan mengalami restrukturisasi besar-besaran oleh China.

Akhir 2020, Ant Group juga harus menelan pil pahit karena gagal IPO sebesar US$37 miliar. Regulator China berada di balik layar kegagalan tersebut.

Sementara itu, Ant Group harus kehilangan salah satu calon investornya. Bulan lalu China Cinda Asset Management Co Ltd, yang merupakan perusahaan manajemen aset terbesar milik negara, membatalkan investasi kepada perusahaan yang sebelumnya direncanakan.

Cinda membatalkan kesepakatan membeli 20% saham yang nilainya mencapai US$944 juta. Penyebab pembatalan tersebut adalah adanya tekanan dari otoritas negara, demikian dilaporkan Reuters mengutip orang-orang yang mengetahui masalah itu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sempat Hilang, Jack Ma Dikabarkan Lagi 'Study Tour' ke Sini


(npb/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading