Awas! Varian Baru Corona Inggris Kemungkinan Sudah di AS

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
23 December 2020 15:19
Ilustrasi Virus Covid-19 (Photo created by wirestock via Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Varian baru virus corona yang ditemukan di Inggris kemungkinan sudah masuk ke Amerika Serikat (AS) tanpa pemberitahuan. Ini merupakan prediksi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Meskipun variannya belum ditemukan di AS, CDC mengatakan virus hanya diurutkan dari sekitar 51.000 dari 17 juta kasus AS sehingga strain baru virus corona ini bisa saja lolos dari pemberitahuan.

"Perjalanan yang sedang berlangsung antara Inggris dan Amerika Serikat, serta tingginya prevalensi varian ini di antara infeksi Inggris saat ini, meningkatkan kemungkinan impor varian baru ini," kata CDC dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari CNBC International, Rabu (23/12/2020).


"Mengingat sebagian kecil infeksi AS yang telah diurutkan, variannya sudah bisa berada di Amerika Serikat tanpa terdeteksi," ungkap CDC. "Varian baru saat ini disebut sebagai "SARS-CoV-2 VUI 202012/01."

Inggris mengumumkan varian baru virus corona ini pada 14 Desember 2020 ini. Varian ini telah membuat kasus Covid-19 meningkat pesan di Inggris. Varian ini disebut 70% lebih menular dari mutasi sebelumnya.

"Varian ini mungkin muncul karena lebih cocok untuk menyebar pada manusia," kata CDC. "Perubahan cepat dari strain langka menjadi strain umum telah membuat khawatir para ilmuwan di Inggris, yang segera mengevaluasi karakteristik strain varian dan penyakit yang ditimbulkannya."

Mutasi berpotensi menurunkan efektivitas antibodi monoklonal dalam mengobati virus, kata CDC. Perawatan antibodi monoklonal, seperti yang diterima oleh Presiden Donald Trump, mantan Gubernur New Jersey Chris Christie dan mantan Walikota New York City Rudy Giuliani, telah dipuji sebagai beberapa dari sedikit alat yang menyelamatkan nyawa dalam memerangi virus.


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading