Internasional

Awas Mutasi Baru Corona Ganas Muncul: E484K

Tech - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
19 February 2021 11:30
Infografis/ Ini Penjelasan Lengkap Mutasi Covid-19/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa waktu lalu, para ilmuwan mengidentifikasi kembali varian baru virus corona. Varian ini berbeda dengan varian yang ada di Inggris, Afrika Selatan(Afsel) dan Brasil.

Ia diberi nama B.1.525. Varian ini memiliki sedikit kemiripan dengan varian Afsel, dan telah masuk ke sejumlah negara seperti Denmark, Nigeria dan AS.


Pakar Inggris pun kini tengah meneliti risiko varian tersebut. Ada ketakutan terdapat mutasi akan mengarah ke virus baru.

Belum ada bukti baru yang menunjukkan varian tersebut membuat virus lebih parah dan memperburuk gejala. Namun B.1.525 disebut BBC mengandung mutasi E484K.

E484 K, adalah mutasi yang juga ditemukan di varian Afsel dan Brasil. Kajian awal menyebut mutasi terbaru ini dapat menghindar dari sistem pertahanan kekebalan tubuh.

Mutasi ini terdapat dalam protein spike yang digunakan oleh virus untuk memasuki sel. Ia membuat virus kuat menghindar dari antibodi penetral di dalam tubuh.

Ini akhirnya menimbulkan kekhawatiran soal makin mudahnya corona menyebar dan keampuhan vaksin. "E484K memang merupakan ancaman bagi vaksin," kata ilmuwan Universtas Cambridge, Prof Ravi Gupta.

Dr Simon Clarke, seorang associate professor bidang mikrobiologi sel di University of Reading juga mengindikasikan hal senada. Ia menyebut mutasi E484K memberi semacam ketahanan terhadap vaksin Covid-19.

Sementara itu pada Jumat (19/2/2021), otoritas kesehatan Jepang menemukan kasus E484K di negeri Matahari Terbit. Tak tanggung-tanggung, ada 91 kasus infeksi ditemukan.

Sebagian besar di daerah Kanto namun ada juga yang didapat di bandara setempat. Menurut Reuters, melansir Mainichi yang mengutip Institu Penyakit Menular Nasional Jepang, kasus ini diyakini berasal dari luar Negeri Sakura.

Jepang sendiri telah melaporkan 151 kasus varian Inggris, Afrika Selatan dan Brasil. Negara itu telah mencatat ada 400.000 kasus Covid-19 dengan 7.194 kematian.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading