Afrika Selatan Setop Pakai Vaksin Covid AstraZeneca, Kenapa?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
08 February 2021 12:10
A nurse assistant prepares a dose of the Oxford-AstraZeneca vaccine for COVID-19 during a priority vaccination program for health workers at a community medical center in Sao Paulo, Brazil, Wednesday, Feb. 3, 2021. (AP Photo/Andre Penner)

Jakarta, CNBC Indonesia - Afrika Selatan (Afsel) akan menangguhkan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca dalam program vaksinasi, setelah data terbaru menunjukkan vaksin tersebut memberikan perlindungan minimal terhadap infeksi ringan hingga sedang varian baru virus corona yang ditemukan di negara itu.

Menteri Kesehatan Afrika Selatan Zweli Mkhize mengatakan pemerintah akan menunggu masukan dan saran dari para ahli tentang cara terbaik untuk menggunakan vaksin AstraZeneca.

Data terbaru menunjukkan vaksin AstraZeneca tak signifikan mengurangi risiko Covid-19 ringan atau sedang dari infeksi varian 501Y.V2 yang menyebabkan gelombang kedua infeksi corona di Afrika Selatan.


Berdasarkan data terbaru, vaksin AstraZeneca hanya efektif 22% mencegah infeksi varian baru corona di Afrika Selatan, lebih rendah dari efek plasebo (vaksin palsu). Angka ini jauh di bawah standar World Health Organization (WHO). Sebelum adanya varian baru ini, vaksin ini memiliki kemanjuran 75% mencegah infeksi Covid-19.

Studi itu tidak menilai apakah vaksin membantu mencegah COVID-19 parah karena melibatkan sebagian besar orang dewasa yang relatif muda yang tidak dianggap berisiko tinggi untuk penyakit serius.

AstraZeneca mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka yakin vaksinnya dapat melindungi pengguna dari penyakit parah dan sudah mulai mengadaptasinya terhadap varian 501Y.V2.

Namun, profesor Shabir Madhi, peneliti utama pada uji coba AstraZeneca di Afrika Selatan, mengatakan data tentang vaksin adalah pemeriksaan kenyataan dan sudah waktunya untuk "menyesuaikan kembali harapan kami terhadap vaksin COVID-19", seperti dikutip dari Reuters, Senin (8/2/2021).

Afrika Selatan berharap dapat memvaksinasi 40 juta orang, atau dua pertiga dari populasi, untuk menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) namun hingga kini belum menjalankan program vaksinasi.

Sebelumnya, mereka berencana menggunakan vaksin AstraZeneca kepada petugas kesehatan yang sudah dipesan dari Serum Institute of India (SII) sebanyak 1 juta dosis.

Sebagao gantinya, pemerintah akan menawarkan vaksin pekerja kesehatan yang dikembangkan oleh Johnson & Johnson dan Pfizer / BioNTech dalam beberapa minggu mendatang.

"Apa artinya program vaksinasi kita yang kita katakan akan dimulai Februari? Jawabannya akan dilanjutkan, "kata Zweli Mkhize dalam jumpa pers online. "Mulai minggu depan selama empat minggu ke depan kami perkirakan akan ada vaksin J&J, ada vaksin Pfizer."


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading