Erick Thohir: Vaksin Covid-19 Made in RI Tersedia di 2022

Tech - Monica Wareza, CNBC Indonesia
08 February 2021 11:09
Pelantikan pejabat di Kementerian BUM. (Dok: BUMN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebutkan vaksin Covid-19 milik Indonesia baru akan tersedia pada kuartal keempat 2022 mendatang. Saat ini proses pengembangan masih terus dilakukan oleh Lembaga Eijkman dan universitas.

Erick mengatakan selambatnya dua seed vaccine sudah menunjukkan tanda-tanda akan sukses dan akan diserahkan kepada PT Bio Farma (Persero) untuk proses lanjutannya.

"Alhamdulilah dari penjajakan ada tanda dua penemuan di akhir tahun ini sehingga kalau seed vaccine sudah diterima di Bio Farma, kuartal I-2022 kita sudah uji klinis," kata Erick dalam acara launching program Plasma BUMN untuk Indonesia, Senin (8/2/2021).


Proses uji klinis secara keseluruhan akan dilakukan tahun depan sehingga ditargetkan pada akhir 2022 vaksin Merah Putih telah tersedia.
Adapun pengembangan vaksin Merah Putih ini dilakukan dengan kerja sama antara Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), Lembaga Eijkman dan enam universitas seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sebelumnya Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengakui jika Indonesia ketinggalan dalam riset pengembangan vaksin Covid-19 dibanding negara lain.

"Ketika Maret rapat pertama konsorsium saya minta lembaga Eijkman, ayo! membuat vaksin. Tapi kemudian, setelah saya perhatikan, diakui jujur, membuat kita ketinggalan vaksin apapun, dalam hal ini vaksin covid-19, teknologi vaksin R&d dan Bio Farma di hilir ketinggalan," kata Bambang saat rapat kerja dengan Komisi IX bersama Kemenkes dan Kemenristek di Jakarta, Rabu (3/2/2021).

Namun demikian, dia menargetkan vaksin merah putih yang dikerjakan oleh Universitas Airlangga adalah akhir 2021 sudah bisa produksi massal dan vaksinasi.

"Catatan, ada pabrik dan industri untuk vaksin adenovirus, sampai saat ini belum ada. Kami berharap, swasta yang urus BPOM untuk CPOB. Sehingga bisa melakukan ini," kata dia.

Hal sama juga untuk vaksin merah putih yang dikembangkan oleh Universitas Indonesia (UI). Menggunakan DNA mRNA yang relatif baru sebagai platform vaksin, hal ini belum bisa dilakukan oleh Bio Farma.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Subandrio mengatakan Eijkman mendapat tugas mengembangkan vaksin merah putih. Pada akhir Maret 2021 akan menyerahkan batch pertama bibit vaksin berdasarkan platform protein rekombinan kepada Bio Farma.

Diharapkan uji klinik fase 1 sudah bisa dimulai akhir tahun ini. Namun targetnya masih membutuhkan 1 tahun dari saat ini untuk bisa menyelesaikan uji klinis.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading