Anak Muda Ogah Nikah, China Mustahil Jadi Superpower Dunia!

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
14 October 2021 07:20
Universal Studio Beijing, China dibuka kembali. (AP/Ng Han Guan)

Jakarta, CNBC Indonesia - China adalah negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Ini adalah modal besar untuk menuju cita-cita yang diidamkan oleh Presiden Xi Jinping, membuat China menjadi negara adikuasa alias superpower melengserkan 'takhta' Amerika Serikat (AS).

"Ambisi Beijing semakin hari semakin terlihat. Menjadi negara paling berkuasa di dunia dan 'mengkudeta' Washington, mendominasi Asia, dan menyingkirkan pengaruh AS di wilayah barat Pasifik," sebut Jean-Pierre Cabestan, penulis buku Demain la Chine: guerre ou paix?

Modal China, yang tidak dimiliki AS, adalah jumlah penduduk yang lebih dari satu miliar jiwa. Populasi sebesar ini adalah basis yang luar biasa untuk kegiatan produksi dan konsumsi.


Akan tetapi, kini China punya tantangan. Tingkat kelahiran anak di Negeri Tirai Bambu terus menurun.

Pada 2020, rata-rata seorang perempuan China memiliki 1,3 anak. Ini sama seperti negara-negara yang memiliki masalah penuaan populasi (ageing population) yaitu Jepang dan Italia. Idealnya, China membutuhkan 2,1 kelahiran per tahun.

Pada 1979, China mulai memberlakukan kebijakan satu anak per keluarga. Kebijakan ini bertujuan untuk menekan angka kemiskinan dan mengendalikan pertumbuhan penduduk, terutama di perdesaan.

Salah satu kontroversi kebijakan ini adalah tingginya angka aborsi, terutama terhadap anak perempuan. Dalam kebudayaan China, anak laki-laki lebih 'berharga' karena meneruskan nama keluarga (marga). Pada 2015, pemerintah China tegas melarang aborsi terhadap anak dengan jenis kelamin tertentu.

Pada 2016, pemerintah China memberi kelonggaran dengan mengizinkan satu keluarga memiliki dua anak. Meski sudah ada relaksasi angka kelahiran tetap rendah. Pada 2019, jumlah kelahiran per 1.000 penduduk adalah 10,48, turun dibandingkan 2018 yang sebesar 10,94.

Dalam satu dasawarsa terakhir, rata-rata angka kelahiran adalah yang terendah sejak dekade 1950-an. Pada 2010-2019, rata-rata angka kelahiran per 1.000 penduduk adalah 11,93

Dalam periode 2019-2020, angka kelahiran China turun 15%. Pertimbangan keamanan finansial, ditambah dengan kehadiran pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19), membuat keluarga di Negeri Panda semakin enggan untuk memiliki buah hati.

Halaman Selanjutnya --> Muda-Mudi China Enggan Menikah

Muda-Mudi China Enggan Menikah
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading