Internasional

Heboh 50% Gadis China Ogah Nikah, Posisi 996 Sebabnya

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
13 October 2021 12:28
Models in medical creations pose for pictures while they wait backstage before a fashion show with creations for medical professionals, designed by the Beijing Institute of Fashion Technology in collaboration with Dishang, during China Fashion Week in Beijing, China September 11, 2021. REUTERS/Tingshu Wang

Jakarta, CNBC Indonesia - Studi terbaru tentang perilaku penduduk dilakukan di China. Hasilnya, hampir setengah atau 50% dari wanita muda yang tinggal di perkotaan negeri itu enggan menikah.

Dalam survei yang digarap oleh Liga Pemuda Komunis China itu, 44% responden wanita tidak berniat untuk menikah, dengan 25% responden pria survei mengatakan hal yang sama.


Kesimpulan ini didapat dari 2.905 pemuda yang belum menikah dan tinggal di perkotaan antara usia 18 dan 26 tahun.

Ada beberapa alasan yang menyebabkan keengganan untuk menikah ini. Mulai dari tak punya waktu hingga biaya keuangan pernikahan dan beban ekonomi memiliki anak.

"Mereka yang disurvei mengatakan tidak punya waktu atau energi untuk menikah," kata laporan tersebut dikutip dari Insider, Rabu (13/10/2021).

Sepertiga responden juga mengatakan mereka tidak percaya pada pernikahan. Bahkan dalam persentase yang sama, mereka juga mengatakan tidak pernah jatuh cinta.

Dari seluruh alasan itu, ada juga satu alasan terkait kultur bekerja 9-9-6. Budaya ini adalah posisi bekerja di mana warga bekerja 9 pagi sampai 9 malam, enam hari seminggu.

Budaya ini paling kentara di perusahaan digital seperti Alibaba, Pinduoduo, dan JD.com. Hal ini membuat pekerja merasa terhalang dalam membina keluarga

Budaya 9-9-6 sendiri nyatanya tak hanya memberikan beban psikologis. Beberapa perusahaan juga dilaporkan menolak untuk membayar biaya ekstra lembur kepada para pelaku 9-9-6.

Perusahaan menyebut kultur ini merupakan program "perjuangan". Karyawan diminta melepas hak dan tunjangannya untuk perkembangan perusahaan.

Pengadilan China pun sudah mulai menindak perusahaan semacam ini. Para Hakim mengingatkan agar perusahaan tetap menghormati hak dan kewajiban perusahaan dalam mempekerjakan para karyawannya.

"Tidak ada salahnya mempromosikan kerja keras, tetapi tidak bisa menjadi tameng bagi majikan untuk menghindari kewajiban hukum mereka," kata pengadilan.

Sementara itu, total populasi China masih mencapai 1,41 miliar orang. Data Reuters melaporkan bahwa mereka meleset dari target yang ditetapkan pada 2016 untuk mencapai 1,42 miliar orang pada 2020.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Terungkap! Ini Penyebab Resesi Seks yang Kini Mengancam Dunia


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading