Jurang Kaya-Miskin Kian Lebar, Awas Rakyat Melawan!

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
16 February 2021 11:07
Suasana pemukiman di kawasan Muara Baru, Jakarta, Selasa (23/1/2018).

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) bukan cuma persoalan kesehatan dan kemanusiaan. Pandemi terbesar dalam seabad terakhir ini juga menimbulkan masalah sosial-ekonomi, yang kalau tidak tertangani bukan tidak mungkin mengganggu kestabilan politik.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, jumlah pasien positif corona di seluruh negara per 15 Februari 2021 adalah 108,58 juta orang. Sejak kasus pertama tercatat pada 4 Januari 2021, tambahan pasien positif rata-rata mencapai 265.475 orang setiap harinya.

Wabah virus corona adalah pandemi global, Indonesia tidak imun. Kementerian Kesehatan melaporkan, jumlah pasien positif corona per 15 Februari 2021 adalah 1,22 juta orang. Sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kasus perdana pada 1 Maret 2020, rata-rata tambahan pasien baru adalah 3.477 orang per hari.


Untuk mempersempit ruang gerak penyebaran virus corona, pemerintah di berbagai negara memberlakukan kebijakan pembatasan sosial (social distancing). Di Indonesia namanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), atau apalah terserah.

Intinya, social distancing mencoba menjauhkan seseorang dari orang lain. Ada jarak aman, minimal 1,5-2 meter. Kalau jarak dua orang saja tidak boleh berdekatan, apalagi berkerumun? Mungkin haram hukumnya...

Anjuran untuk tidak berkumpul ini membuat aktivitas yang bisa menyebabkan kerumunan (apalagi di ruang tertutup) menjadi dibatasi. Kerja kantoran, kerja pabrikan, belajar di sekolahan, makan di restoran, tidak bisa semaunya seperti dulu. Miliaran orang di planet bumi diminta untuk #dirumahaja.

Pembatasan aktivitas ini membuat mobilitas masyarakat berkurang drastis. Di berbagai lokasi, kepadatan masih jauh di bawah hari-hari biasa sebelum pandemi. Sebaliknya, aktivitas di rumah masih di atas sebelum pandemi.

Mobilitas adalah kunci dari ekonomi. Pergerakan manusia, barang, dan jasa akan merangsang terjadinya nilai tambah di perekonomian. Nilai tambah itu adalah pertumbuhan ekonomi.

Dengan masyarakat yang #dirumahaja, ekonomi mati suri. Ekonomi dunia mengalami kontraksi (pertumbuhan negatif), Indonesia tidak terkecuali. Sampai di sini, sudah jelas bahwa pandemi virus corona nyata-nyata 'membunuh' ekonomi. Dampaknya bukan ilusi, fiksi, apalagi konspirasi.

Halaman Selanjutnya --> Pengangguran Merebak, Kemiskinan Meningkat

Pengangguran Merebak, Kemiskinan Meningkat
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading