Ekonomi RI Kurang Darah, Pantesan Resesi...

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
22 January 2021 13:02
Indonesian rupiah banknotes are counted at a money changer in Jakarta, Indonesia, May 9, 2018. REUTERS/Willy Kurniawan

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyaluran kredit perbankan pada Desember 2020 kembali tumbuh negatif alias terkontraksi. Ini membuat kontraksi pertumbuhan kredit terjadi selama empat bulan beruntun.

Bank Indonesia (BI) melaporkan, nominal penyaluran kredit yang disalurkan perbankan pada Desember 2020 adalah Rp 5.482,5 triliun. Tumbuh 2,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).


Kontraksi penyaluran kredit perbankan sudah terjadi sejak September 2020. Lebih mengkhawatirkan, kian lama kontraksinya semakin dalam.

Berdasarkan jenisnya, seluruh kredit membukukan kontraksi. Paling dalam dialami Kredit Modal Kerja (KMK), bahkan kontraksinya semakin parah.

Sedangkan Kredit Investasi (KI) yang November 2020 masih tumbuh positif, sebulan kemudian minus. Sementara Kredit Konsumsi (KK) bernasib sama seperti KMK, kontraksinya semakin dalam.

kreditSumber: BI

Untuk KI, yang semula tumbuh positif menjadi negatif, penyebabnya adalah penyaluran ke sektor pertanian peternakan, kehutanan, dan perikanan. Pada November 2020, penyaluran kredit ke sektor ini sudah terkontraksi 0,5% YoY, tetapi bulan berikutnya lebih parah menjadi kontraksi 1,9% YoY.

"KI sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan mengalami kontraksi lebih dalam pada Desember 2020. Terutama karena kredit yang disalurkan untuk sub-sektor perkebunan kelapa sawit di Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah," sebut laporan BI.

Kemudian untuk KMK, kontaksi yang lebih parah itu disebabkan oleh sektor industri pengolahan yang tumbuh -8,4% YoY pada Desember 2020. Memburuk dibandingkan sebulan sebelumnya yang -4%. Penurunan tersebut terutama terjadi di industri pupuk di Jawa Timur dan Sumatera Selatan.

Lalu KK, kontraksinya juga lebih dalam dari -0,2% YoY pada November 2020 menjadi -0,7% YoY pada bulan berikutnya. Ini disebabkan oleh penurunan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), dan kredit multiguna.

Kredit Lesu Gera-gara Bunga Tinggi?
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading