BI Akan Luncurkan RPIM untuk Dorong Kredit Perbankan

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
28 May 2021 13:47
Logo bank sentral Indonesia, Bank Indonesia, seperti yang terlihat di Jakarta, Indonesia 19 Januari 2017. REUTERS / Fatima El-Kareem

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) mengumumkan akan meluncurkan kebijakan rasio pembiayaan inklusif makroprudensial (RPIM) dalam sektor pembiayaan inklusif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menjelaskan, kebijakan RPIM ini akan mendorong kredit pada pembiayaan inklusif dan UMKM melalui empat perluasan.

"BI akan meluncurkan rasio pembiayaan inklusif makroprudensial untuk mendorong kredit perbankan dengan empat perluasan," jelas Destry dalam Peluncuran Buku Kebijakan Makroprudensial di Indonesia, Jumat (28/5/2021).


Pertama, kata Destry, definisi UMKM menjadi pembiayaan inklusif subsistem. Kedua, perluasan mitra perbankan dalam penyaluran kredit UMKM. Ketiga, inovasi perluasan opsi penyaluran kredit secara tidak langsung melalui pembelian surat berharga inklusif.

"Keempat, BI akan memberikan insentif bagi bank yang mendorong korporatisasi untuk sektor UMKM dan sektor prioritas," jelas Destry.

Keempat kebijakan RPIM tersebut, kata Destry akan disinergikan bersama dengan para stakeholder.

"BI akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan KSSK untuk mengatasi permasalahan di sisi permintaan dan penawaran dalam kredit perbankan ke dunia usaha, terutama sektor-sektor prioritas," tuturnya.

Ke depan, ia mengungkapkan BI akan terus berupaya merumuskan dan mensinergikan kebijakan makroprudensial secara inovatif dan terukur guna mempercepat pemulihan ekonomi nasional dengan tetap menjaga ketahanan stabilitas sistem keuangan.

"Namun demikian, hal ini merupakan sebuah tantangan bagi Bank Indonesia dalam terus memformulasikan kebijakan makroprudensial yang tepat mengingat kebijakan makroprudensial bukanlah sebuah kebijakan yang 'one size fits all policy," kata Destry melanjutkan.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading