Newsletter

Lupakan Joe Biden! Kembali ke Covid-19, Lockdown dan PPKM

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
22 January 2021 06:26
Workers place a mask on the figure of the Fallas festival in Valencia, Spain, on Wednesday, March 11, 2020. The festival planned to take place on March 13 has been canceled over the coronavirus outbreak. For most people, the new coronavirus causes only mild or moderate symptoms, such as fever and cough. For some, especially older adults and people with existing health problems, it can cause more severe illness, including pneumonia. (AP Photo/Alberto Saiz)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan dalam negeri bervariasi pada perdagangan Kamis kemarin, menyambut pelantikan Joseph 'Joe' Biden sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) ke-46. AS merupakan negara dengan nilai perekonomian terbesar di dunia, sehingga bagaimana arah kebijakan sang presiden akan memberikan dampak besar ke pasar finansial global.

Pada perdagangan hari ini, Jumat (22/1/2021) pergerakan bervariatif berpeluang kembali terjadi, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berisiko terkoreksi, dan rupiah berpotensi menguat, penyebabnya akan dibahas pada halaman 3 dan 4. 


IHSG Kamis kemarin berakhir melemah 0,25% ke 6413,892. Data perdagangan mencatat investor asing melakukan aksi jual bersih Rp 250,23 miliar di pasar reguler, dengan nilai transaksi mencapai Rp 18,62 triliun.

Penurunan IHSG terjadi akibat aksi ambil untung (profit taking) mengingat di awal perdagangan sempat melesat 1,17% ke 6.504,992.

Untuk pertama kalinya sejak April 2019 IHSG kembali menyentuh level 6.500. Dari level tersebut, IHSG juga berjarak kurang dari 3% menuju rekor tertinggi sepanjang masa 6.693,466 yang dicapai pada 20 Februari 2018.

Mayoritas bursa utama Asia juga menguat pada perdagangan Kamis kemarin yang memperkuat indikasi profit taking yang menimpa IHSG.

Sementara itu, nilai tukar rupiah menguat 0,28% melawan dolar AS ke Rp 13.980/US$. Sementara dari pasar obligasi, Surat Berharga Negara (SBN) bervariasi kemarin, yang tercermin dari pergerakan yield-nya.

Pergerakan yield berbanding terbalik dengan harga obligasi. Saat harga naik maka yield akan turun, begitu juga sebaliknya.

Joe Biden Rabu waktu AS resmi dilantik menjadi Presiden AS menggantikan Donald Trump.

Selain pelantikan Biden, Senat AS yang sebelumnya dikuasai oleh Partai Republik, kini dikuasai oleh Partai Demokrat. Sehingga blue wave atau kemenangan penuh Partai Demokrat berhasil dicapai.

Parlemen AS menganut sistem 2 kamar, House of Representative (DPR) yang sudah dikuasai Partai Demokrat sejak lama, dan Senat yang pada rezim Donald Trump dikuasai Partai Republik.

Dengan dikuasainya DPR dan Senat, tentunya akan memudahkan dalam mengambil kebijakan, termasuk dalam meloloskan paket stimulus fiskal US$ 1,9 triliun.
Hal tersebut menjadi sentimen positif bagi pasar finansial global, bursa saham mayoritas mengalami penguatan.

Selain itu, saat stimulus tersebut cair, maka jumlah uang bereda di perekonomian AS akan bertambah, dan dolar AS berisiko tertekan.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan 3,75% saat mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pertama di tahun 2021. Keputusan tersebut sesuai dengan konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia.

Dengan dipertahankannya suku bunga, penguatan rupiah menjadi terakselerasi. Sebab jika suku bunga kembali diturunkan, maka yield obligasi di Indonesia juga akan menurun, hal ini dapat membuat capital inflow menjadi seret, bahkan tidak menutup kemungkinan terjadi outflow yang bisa menekan rupiah. Sebab selisih yield dengan negara-negara maju, misalnya dengan AS akan menyempit, hal itu membuat Indonesia sebagai negara berkembang menjadi kurang menarik.

Negara berkembang memiliki risiko investasi yang lebih tinggi ketimbang negara maju, sehingga untuk menarik aliran investasi diperlukan yield yang lebih tinggi.

HALAMAN SELANJUTNYA >>> Wall Street Kurang Bertenaga, Tapi S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Lagi



Wall Street Kurang Bertenaga, Tapi S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Lagi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4 5
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading