Harus Diakui & Diresapi, Ekonomi RI Tidak Baik-baik Saja

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
06 November 2019 12:51
Jakarta, CNBC Indonesia - Perlambatan ekonomi domestik semakin nyata di depan mata. Berbagai data terbaru menggambarkan bahwa ekonomi Indonesia tidak baik-baik saja.

Teranyar, Bank Indonesia (BI) merilis data penjualan ritel periode September yang hanya tumbuh 0,7% year-on-year (YoY). Melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 1,1% dan menjadi laju terlemah sejak Juni.




Secara kuartalan, BI menyebut penjualan ritel pada kuartal III-2019 tumbuh 1,4% YoY. Melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang mampu naik 4,2% YoY, apalagi periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatatkan pertumbuhan 4,6% YoY.


Kemarin, BI sudah mengumumkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang juga menunjukkan perlambatan. IKK pada Oktober berada di 118,4, turun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 121,8.

IKK menggunakan angka 100 sebagai titik awal. Angka di atas 100 menandakan konsumen masih optimistis menghadapi kondisi perekonomian saat ini dan masa mendatang.

Namun IKK Indonesia menunjukkan penurunan yang konsisten dalam lima bulan terakhir. Bahkan angka Oktober merupakan yang terendah sejak Februari 2017. Artinya, tingkat optimisme konsumen kian luntur.

 


Dua hal ini menjadi penegas bahwa konsumsi rumah tangga domestik sedang melambat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga tumbuh 5,01% pada kuartal III-2019. Melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 5,17% dan menjadi laju terlemah sejak kuartal III-2018.

Padahal konsumsi rumah tangga adalah kontributor utama pembentuk Produk Domestik Bruto (PDB). Pada kuartal III-2019, peranan konsumsi rumah tangga mencapai 56,52%. Tidak heran kala konsumsi rumah tangga melambat pertumbuhan ekonomi juga ikut lesu menjadi 'hanya' 5,02%, terendah sejak kuartal II-2017.

 



Indonesia Masih 'Kecanduan' Komoditas
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading