Internasional

Isi Kesaksian yang Disiapkan CEO Facebook untuk Kongres AS

News - Ester Christine Natalia, CNBC Indonesia
10 April 2018 15:02
CEO Facebook Mark Zuckenberg akan memberi penjelasan di hadapan Kongres AS hari Rabu (11/4/2018).
Jakarta, CNBC Indonesia - Kongres Amerika Serikat (AS) telah merilis kesaksian yang dipersiapkan CEO Facebook Mark Zuckerberg sebelum pertemuan yang rencananya akan diadakan hari Rabu (11/4/2018) di Komite Perdagangan dan Energi Dewan Perwakilan Rakyat AS.

Audiensi tersebut adalah kemunculan kedua pendiri sekaligus CEO Facebook itu di Capitoll Hill dalam seminggu ini. Zuckerberg juga dijadwalkan hadir di hadapan audiensi gabungan dengan Pengadilan Senat dan Komiter Perdagangan pada hari Selasa (10/4/2018), dilansir dari CNBC International.


Facebook menghadapi pertanyaan terkait laporan tentang perusahaan riset Cambridge Analytica yang secara tanpa izin memperoleh akses ke informasi personal dari setidaknya 87 juta pengguna Facebook.


Kebocoran data ini hanyalah contoh terbaru dari penyalahgunaan situs itu. Sebelumnya, terdapat juga laporan tentang campur tangan Rusia dalam pemilu presiden AS tahun 2016 dan jajak pendapat Brexit di Inggris melalui Facebook.

Beberapa bulan belakangan, Facebook telah mengirimkan perwakilan ke Washington untuk membahas isu intervensi asing di platform media sosial terbesar dunia itu. Namun, audiensi pekan ini akan menjadi kesempatan pertama bagi perusahaan untuk membahas kebijakan privasi di hadapan para anggota dewan. Kesempatan itu juga menjadi kemunculan pertama Zuckerberg di hadapan Kongres.

Dalam kesaksiannya, Zuckerberg meminta maaf dan mengaku bertanggung jawab karena Facebook tidak melakukan usaha yang cukup dalam mencegah masalah-masalah yang muncul saat ini.

"Jelas bahwa kami tidak melakukan usaha yang cukup dalam mencegah alat-alat ini digunakan untuk hal yang merugikan juga. Hal tersebut termasuk berita palsu, intervensi asing dalam pemilu dan ujaran kebencian, serta pengembang dan privasi data. Kami tidak mengambil pandangan yang cukup luas tentang tanggung jawab kami, dan itu adalah kesalahan besar," tulis Zuckerberg dalam pernyataan kesaksiannya yang dilansir dari CNBC International.

"Itu adalah kesalahan saya, dan saya minta maaf. Saya memulai Facebook, menjalankannya, dan saya bertanggung jawab atas apa yang terjadi di situ," tambahnya.

Dalam membahas isu-isu yang sedang dihadapi oleh kanalnya, Zuckerberg mengungkapkan akan mengamankan kanal facebook agar pengembang seperti Aleksandr Kogan, pembuat aplikasi kuis psikologi yang memanen puluhan juta data pengguna facebook, tidak bisa melakukan praktik tersebut ke depannya.

"Kami harus memastikan pengembang seperti Kogan yang dulu mendapatkan akses ke banyak informasi ke depannya tidak bisa mengakses informasi sebanyak itu," kata Zuckerberg.

Ia juga mengungkapkan perusahaan mengembangkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) untuk menghapus akun palsu secara umum dan membangun teknologi yang bisa mencegah penyelewengan. Zuckerberg juga mengatakan telah bekerja sama dengan pemerintah AS dan asing tentang integritas pemilu.


Pada kesimpulannya, Zuckerberg menyatakan prioritas Facebook adalah misi sosial untuk mendekatkan masyarakat, membangun prioritas, dan menghubungkan dunia. Prioritas tersebut tidak akan bisa dikesampingkan selama ia masih menjalankan perusahaan raksasa media sosial itu.

"Saya memulai Facebook ketika masih kuliah dan sudah berjalan begitu jauh sejak itu. [...] setiap hari, masyarakat menggunakan layanan kami untuk tetap terhubung dengan orang-orang terpenting di hidup mereka," kata Zuckerberg.

"Saya yakin dengan apa yang kami lakukan. Ketika kami membahas tantangan ini, saya tahu kita akan melihat ke belakang dan memandang bantuan untuk menghubungkan masyarakat dan memberi lebih banyak suara sebagai tindakan positif di dunia. Saya paham isu yang kita bicarakan hari ini bukan hanya masalah untuk Facebook ataupun komunitas, tetapi tantangan bagi kita semua sebagai warga negara Amerika," tutupnya.
(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading