Internasional

Anggap Sudah Selesai, Facebook Tak Laporkan Kebocoran Data

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
11 April 2018 13:02
Anggap Sudah Selesai, Facebook Tak Laporkan Kebocoran Data
Jakarta, CNBC Indonesia - Mark Zuckerberg mengaku tidak melaporkan kebocoran data yang dilakukan lembaga konsultasi politik, Cambridge Analytica, kepada Komisi Perdagangan Federal (FTC) karena menganggap kasus tersebut sudah selesai.

Pendiri dan CEO Facebook itu berbicara di hadapan rapat dengar pendapat dengan Senat Peradilan dan Komite Perdagangan Amerika Serikat (AS) hari Selasa (10/4/2018), yang merupakan dengar pendapat pertama dari dua yang direncanakan pekan ini.


Perusahaan mulai banyak diselidiki setelah berita mengenai penyalahgunaan data terhadap 87 juta penggunanya oleh Cambridge Analytica.


Facebook mengatakan pertama kali menyadari dan mengetahui kebocoran data itu pada tahun 2015 dan sudah meminta perusahaan riset yang disewa untuk kepentingan kampanye Presiden AS Donald Trump itu untuk menghapus data yang dikumpulkannya. Beberapa eksekutif perusahaan mengaku salah telah mempercayai pernyataan Cambridge Analytica bahwa data tersebut telah dihapus.

"Kami menganggap kasus ini sudah selesai. Hal itu jelas-jelas sebuah kesalahan. Kami seharusnya tidak mempercayai mereka," ujar Zuckerberg, dilansir dari CNBC International.

Pada tahun 2011 Facebook telah menandatangani kesepakatan dengan FTC yang menyatakan Facebook setuju memberitahukan FTC jika ada data pribadi pengguna yang dibagikan tanpa persetujuan penggunanya. Namun, dalam kasus ini Facebook tidak memberitahukan FTC dengan alasan yang sama.

"Kami menganggapnya telah selesai," ujarnya dan menambahkan bahwa ia akan bertindak berbeda bila dihadapkan pada situasi serupa.

Bulan lalu FTC menyatakan tengah menginvestigasi apakah Facebook telah melanggar kesepakatan tahun 2011 tersebut, sebuah hal yang jarang sekali dilakukan FTC.

Dalam dengar pendapat hari Selasa, Zuckerber mengatakan tidak yakin berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghapus data pribadi setelah pengguna menghapus akun Facebook-nya.

Dalam laman bantuan di Facebook, disebutkan dibutuhkan 90 hari untuk menghapus semua postingan sejak sebuah akun dihapus. Kesepakatan FTC mengatur bahwa Facebook harus 'melarang siapapun mengakses data pengguna lebih dari 30 hari setelah pengguna menghapus akunnya'.

"Baris pertama dalam Ketentuan Layanan menyebutkan bahwa pengguna mengatur dan memiliki informasi dan yang Anda masukkan di Facebook," ujarnya.

Ia menyatakan keyakinannya bahwa Facebook bisa lebih baik dalam mencegah campur tangan pihak luar dalam pemilu 2018 mendatang.


Facebook sedang bekerjasama dengan penasihat khusus Robert Mueller dalam penyelidikannya atas campur tangan Rusia dalam pemilu presiden 2016 dan kemungkinan kerja sama kampanye Trump dengan Rusia, tambahnya.

Zuckerberg dijadwalkan mengadakan dengar pendapat dengan Komite Energi dan Perdagangan DPR pada hari Rabu di Capitol Hill, membahas mengenai privasi penggunanya, sangkut paut pihak luar dengan situsnya, dan juga penyalahgunaan di media sosialnya.

Saham Facebook melonjak lebih dari 4% pada hari Selasa saat dengar pendapat berlangsung. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading