Newsletter

Corona Gila! Anies Pilih Jam Malam, Sri Sultan Ingin Lockdown

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
21 June 2021 06:00
Layar monitor menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia merah pada perdagangan minggu kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar rupiah, dan harga obligasi pemerintah bergerak melemah.

Sepanjang pekan lalu, IHSG melemah 1,45% secara point-to-point. Pada perdagangan akhir pekan, IHSG berdiri di bibir jurang, sedikit lagi 'longsor' ke bawah 6.000.

Namun IHSG tidak sendiri, berbagai indeks saham utama Asia pun terperosok. Namun koreksi 1,45% membuat IHSG jadi yang terlemah kedua di Benua Kuning, hanya lebih baik dari Shanghai Composite.


Berikut posisi indeks saham Asia pada perdagangan pekan lalu:

Nasib rupiah pun tidak jauh berbeda. Di pasar spot, rupiah melemah 1,28% di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) secara point-to-point. Mengawali pekan di bawah Rp 14.200/US$, mata uang Tanah Air berakhir nyaris Rp 14.400/US$.

Lebih parah ketimbang indeks saham, seluruh mata uang utama Asia melemah. Dari yen Jepang hingga peso Filipina, semua tidak berdaya melawan keperkasaan greenback.

Berikut posisi kurs dolar AS terhadap mata uang utama Asia pada minggu lalu:

Sementara di pasar obligasi pemerintah, imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN) naik. Kenaikan yield menandakan harga obligasi sedang turun, bisa karena aksi jual atau sepi peminat.

Untuk SBN seri acuan tenor 10 tahun, yield melesat 13 basis poin (bps). Pada perdagangan akhir pekan, yield surat utang ini berada di titik tertinggi sejak 19 April 2021.

Halaman Selanjutnya --> Wall Street Ambruk, Dow Jones Minus 3% Lebih!

Wall Street Ambruk, Dow Jones Minus 3% Lebih!
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4 5
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading