Jika RI Terpaksa Lockdown, Apa Dampaknya? Resesi Kumat Lagi?

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
18 June 2021 06:03
Warga menjalani test antigen untuk mendeteksi Covid-19 di Kelurahan Kayu Putih, Jakarta, Selasa (8/6). Satu RT di Kelurahan Kayu Putih, Jakarta Timur, yakni RT 11, menerapkan lockdown atau penguncian wilayah sementara usai 22 warga dinyatakan positif covid-19.kasus aktif Covid-19 di wilayah RT 11/09 tersebut berasal dari klaster keluarga, namun ada kemungkinan besar juga berasal dari klaster kerumunan mengingat di wilayah tersebut terdapat taman yang digunakan oleh para warga secara bebas dalam beraktivitas. Dalam menangani kasus aktif Covid-19 di wilayah tersebut, pihaknya tak hanya menerapkan mikro-lockdown. Namun juga turut mendistribusikan bantuan-bantuan terhadap warga yang terdampak agar dapat melewati masa pandemi Covid-19. Puluhan warga yang positif itu kini menjalani isolasi di berbagai tempat. Bagi yang bergejala, dibawa ke rumah sakit, sisanya menjalani isolasi di Wisma Atlet dan rumah masing-masing.a (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bukti bahwa pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) di Indonesia semakin 'menggila' sudah terang benderang. Kemarin, tambahan pasien baru mencatat rekor.

Pada Kamis (17/6/2021), Kementerian Kesehatan melaporkan total pasien positif corona di Tanah Air mencapai 1.950.276 orang. Bertambah 12.624 orang dari hari sebelumnya, kenaikan harian tertinggi sejak 30 Januari 2021.

Perkembangan ini membuat rata-rata tambahan pasien positif dalam 14 hari terakhir menjadi 8.082 orang per hari. Melonjak dibandingkan rerata 14 hari sebelumnya yaitu 5.588 orang setiap harinya.


Tidak hanya kasus positif, angka kasus aktif pun melonjak. Per 17 Juni 2021, angka kasus aktif tercatat 125.303 orang, tertinggi sejak 22 Maret 2021.

Dalam dua minggu terakhir, kasus positif rata-rata bertambah 2.204 orang per hari. Meroket dibandingkan rerata dua pekan sebelumnya yakni 425 orang saban harinya.

Seperti influenza, virus yang awalnya mewabah di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China ini mudah menyebar ketika terjadi peningkatan intensitas kontak dan interaksi antar-manusia. Ini yang sekarang sedang terjadi.

Mengutip Covid-19 Community Mobility Report keluaran Google, terlihat bahwa kunjungan warga +62 ke berbagai lokasi di luar rumah meningkat. Paling mencolok terjadi di lokasi perbelanjaan ritel dan tempat rekreasi.

Dalam dua pekan terakhir, tingkat kunjungan masyarakat ke lokasi itu rata-rata 1,43% di atas normal, sudah melebihi hari-hari sebelum pandemi. Jauh lebih tinggi ketimbang rerata dua minggu sebelumnya yaitu -2,14%, di bawah hari-hari biasa.

Ini otomatis membuat aktivitas #dirumahaja menurun. Pada 14 hari terakhir, rata-rata aktivitas warga di rumah adalah 5,86% di atas normal. Berkurang ketimbang rerata 14 hari sebelumnya yaitu 6% di atas norma. So, tidak heran virus corona jadi lebih mudah menyebar.

Halaman Selanjutnya --> Pandemi Ciutkan Ekonomi

Pandemi Ciutkan Ekonomi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading