Covid Menggila, BI Masih Pede Ekonomi Kuartal II Capai 7%

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
17 June 2021 18:52
FILE PHOTO - The logo of Indonesia's central bank, Bank Indonesia, is seen on a window in the bank's lobby in Jakarta, Indonesia September 22, 2016.  REUTERS/Iqro Rinaldi/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan, sampai hari ini masih terus mengamati berbagai perkembangan kinerja ekonomi, di tengah tingginya lonjakan kasus Covid-19.

"Mungkin benar, mobilitas manusia bergerak naik pasca Hari Raya Lebaran. Tapi, indikasi akan kami pantau terus implikasi pada kegiatan ekonomi, khususnya lonjakan Covid-19 dan terus melihat indikator-indikator yang ada, dan pada waktunya akan di-update," jelasnya dalam konferensi pers, Kamis (17/6/2021).

Kendati demikian, sampai hari ini, BI masih optimistis kinerja ekonomi Kuartal II-2021 masih akan sesuai proyeksi dan masuk zona positif sekitar 7%.


Optimistis tersebut, kata Perry seiring dengan perbaikan kinerja ekonomi domestik yang tercermin pada berbagai indikator dini pada Mei 2021 yang terus membaik.

Kendati demikian, proyeksinya tersebut, bisa saja berubah, dan akan melihat kembali perkembangan terkini, terutama adanya lonjakan kasus aktif Covid-19.

"Kami perkirakan keseluruhan tahun 2021 pertumbuhan ekonomi pada 4,1% hingga 6,1% dan Kuartal II-2021 7%. Akan terus melihat indikator-indikator di bulan Juni ini, khususnya dari dampak kasus Covid-19 akan berdampak. Pertumbuhan Kuartal II relatif positif dan tinggi, angkanya perlu lihat kembali dengan data terkini," jelas Perry.

Perry merinci, mengacu data terkini, indikator konsumsi rumah tangga sudah meningkat, sesuai dengan pola musiman hari besar keagamaan nasional, seperti penjualan eceran terutama makanan, minuman, dan tembakau. Serta bahan bakar kendaraan bermotor.

Kemudian terlihatnya perbaikan ekonomi domestik, mulai dari meningkatnya ekspektasi konsumen, penjualan online, dan PMI Manufaktur yang melanjutkan peningkatan.

Kemudian peningkatan kinerja ekspor terus meningkat, khususnya pada komoditas batu bara, besi dan baja, serta kendaraan bermotor sejalan kenaikan permintaan mitra dagang utama. Secara spasial, peningkatan ekspor terjadi di seluruh wilayah, terutama Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua).

Perbaikan ekonomi juga tercermin pada kinerja beberapa sektor utama, seperti industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi yang terus membaik

"Ke depan, pemulihan ekonomi domestik didorong oleh akselerasi perekonomian global, kecepatan vaksinasi, dan penguatan sinergi kebijakan, meskipun dibayangi oleh peningkatan kasus Covid-19 yang muncul pada akhir kuartal II," ujar Perry.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

BI Sudah Keluarkan Rp 650 T di 2020 untuk Tambal APBN


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading