Gokil! Saham Bank Jago Meroket, Jerry Ng Dkk 'Cuan' Rp 34 T

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
17 February 2021 15:25
Jerry Ng, CEO of Bank Tabungan Pensiunan Negara speaks in an interview in Jakarta May 11, 2011. Ng said the bank's loan growth was seen at over 25 percent this year, just over the industry average, but a slowdown from 48 percent growth last year as competition heats up. Picture taken May 11, 2011.  REUTERS/Enny Nuraheni  (INDONESIA - Tags: BUSINESS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) melanjutkan reli penguatan sejak Rabu pekan lalu (10/2/2021) dengan melesat 8,23% ke Rp 8.550/saham pada penutupan sesi I perdagangan hari ini, Rabu (17/2/2021).

Terhitung sejak awal tahun ini, data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, saham bank yang dikendalikan oleh bankir Jerry Ng dan pemilik Northstar Pacific yakni Patrick Walujo ini sudah terbang 189,83%. Dalam setahun terakhir perdagangan, saham Bank Jago meroket 4.958%.

Dengan kenaikan yang luar biasa ini, kira-kira berapa keuntungan yang bisa dikantongi oleh sang bos Jerry Ng dan beberapa pemilik Bank Jago, apabila saham tersebut dijual sekarang? Namun ini hanya hitung-hitungan kasar saja, untuk memperlihatkan seberapa apresiasi pelaku pasar dan investor terhadap Bank Jago yang dipimpin Jerry Ng.


Jerry resmi mengakuisisi 454,15 juta lembar saham pada harga Rp 395/saham atau 37,65% saham PT Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO) pada akhir 2019. Nilai akuisisi itu setara dengan Rp 179,39 miliar. Akuisisi itu membuat nama perusahaan diubah menjadi Bank Jago.

Jerry masuk melalui PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI) dan Patrick Walujo masuk melalui Wealth Track Technology Ltd (WTT), perusahaan investasi berbasis di Hong Kong yang menguasai 13,35%. Total keduanya mengendalikan Bank Jago sebesar 51%.

Setelah melakukan akuisisi pada 2019 itu, MEI kemudian menambah kepemilikan jumlah saham di ARTO lewat rights issue atau penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) pada April 2020.

Pasca-rights issue, kepemilikan jumlah saham MEI menjadi sebanyak 4,08 miliar lembar saham dengan porsi kepemilikan saham tetap, yakni 37,65%. Kali ini, MEI menambah jumlah kepemilikan saham di ARTO dengan membeli di harga Rp 139/saham.

Pertanyaannya berapa keuntungan Jerry dan kawan-kawan pemegang sahamnya?

Berikut ilustrasi keuntungan yang dikantongi Jerry dkk lewat MEI, berdasarkan harga ARTO pada penutupan sesi I hari ini, yakni Rp 8.550/saham.

Pertama, kita menggunakan jumlah kepemilikan saham MEI saat akuisisi, yakni 454,15 juta saham. Sebanyak 454,15 juta tersebut dikalikan dengan harga saat ini, Rp 8.550/saham hasilnya menjadi Rp 3,88 triliun. Kemudian, hasil perhitungan tersebut dikurangi nilai akuisisi sebesar Rp 179,39 miliar.

Hasilnya, MEI mendapatkan keuntungan sebesar Rp 3,7 triliun.

Kemudian, pasca-rights issue, MEI mengucurkan dana sebesar Rp 505,01 miliar untuk menambah 3,63 miliar saham baru di ARTO yang dibeli di harga Rp 139/saham.

Nah, saham sebanyak 3,63 miliar tersebut dikalikan dengan harga saat ini, Rp 8.550/saham, menjadi Rp 31 triliun. Hasil perhitungan ini kemudian dikurangi Rp 505,01 miliar atas biaya yang dikeluarkan Jerry dkk saat menambah porsi saham HMETD. Dari sini didapatkan angka Rp 30,56 triliun.

Jadi, apabila keuntungan Rp 3,7 triliun dan Rp 30,56 triliun di atas kita gabungkan, maka Jerry Ng dan sejumlah pemegang saham lewat MEI mengantongi potential gain (keuntungan yang belum realisasi) Rp 34,26 triliun dari kepemilikan saham ARTO hingga saat ini.

Ingat, keuntungan tak hanya dinikmati Jerry Ng dkk lewat MEI, tapi juga WTT yang memegang 1,45 miliar saham (13,35%) dan investor publik yang menggenggam 48,58% saham Bank Jago.

NEXT: Awal mulai akuisisi

Awal Mula Akuisisi & Rekam Jejak Jerry
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading