Ngeri, Penyaluran Kredit Bank Minus 3 Bulan Beruntun!

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
30 December 2020 12:23
Warga menukar uang nominal Rp.  5000 di teller bank di tempat penukaran uang receh di IRTI Monas, Jakarta, Selasa (22/5). Sejumlah perbankan menyediakan jasa tukar uang receh di kawasan tersebut. Banyak warga yg menukar uang receh untuk keperluan lebaran dan dikasih kepada sanak saudara dan kerabat.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyaluran kredit perbankan di Indonesia masih mengalami kontraksi (pertumbuhan negatif) pada November 2020. Bahkan kontraksi kredit lebih dalam ketimbang bulan sebelumnya.

Mengutip laporan Uang Beredar periode November 2020 yang dirilis Bank Indonesia (BI) hari ini, Rabu (30/12/2020), penyaluran kredit perbankan bulan lalu tumbuh -1,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY). Memburuk dibandingkan Oktober 2020 yang -0,9% YoY.

Artinya, penyaluran kredit perbankan mengalami kontraksi selama tiga bulan beruntun. Dalam tiga bulan tersebut, kontraksi kredit semakin dalam.


Berdasarkan jenis kredit, adalah Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Konsumsi (KK) yang mengalami kontraksi. Sedangkan Kredit Investasi (KI) masih tumbuh positif, tetapi melambat.

"KMK tumbuh negatif terutama pada sektor Industri Pengolahan serta sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran (PHR). KMK Industri Pengolahan pada November 2020 tumbuh negatif 4%, lebih dalam dari bulan sebelumnya yaitu -1%. Sementara KMK sektor PHR tumbuh negatif 4,9%, sedikit lebih dalam dibandingkan pertumbuhan Oktober 2020 sebesar -4,8%.

"KK pada November 2020 terkontraksi dari tumbuh 0,1% pada Oktober 2020, berbalik arah menjadi tumbuh negatif 0,2%. Disebabkan oleh penurunan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dan Kredit Multiguna," papar laporan BI.

kreditSumber: BI

Pandemi Pukul Perhotelan
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading