Fokus

Janji Palsu Aakar & Ribuan Nasabah Terjebak Investasi Bodong

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
13 November 2020 11:40
Jouska (CNBC Indonesia/Shalini)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus PT Jouska Finansial Indonesia (Jouska) masih terus bergulir di Kepolisian. Kemarin, sejumlah perwakilan nasabah Jouska melakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan mewakili sebanyak 35 nasabah dengan kerugian investasi senilai Rp 13,81 miliar.

Masalah kian runyam, belakangan santer terdengar, CEO Jouska, Aakar Abyasa Fidzuno, dikabarkan hendak kabur ke luar negeri yang diduga untuk mengindari ganti rugi nasabah.

Padahal Aakar pernah berjanji akan menuntaskan kasus ini dan menyelesaikan kerugian dana nasabah yang kian membengkak.


Penasihat hukum klien Jouska, Rinto Wardana, mengaku sudah mendengar kabar Aakar mau kabur ke Australia. Tak tinggal diam, dalam laporannya di Polda Metro Jaya Kemarin, dia sudah menyiapkan surat kepada penyidik agar Kepolisian segera menahan Aakar.

Tidak hanya itu, pihaknya akan mengambil langkah hukum kedua berupa gugatan pengembalian kerugian setelah masalah tindak pidana yang menjerat CEO Jouska, Aakar Abyasa Fidzuno selesai di Kepolisian.

"Untuk pengembalian kerugian itu memang belum menjadi fokus kita, kita lakukan dulu proses hukum tindak pidana ini untuk menemukan duduk permasalahannya. secara hukum seperti apa sih kejadian peristiwanya," ujar Rinto, kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (12/11/2020).

Sebetulnya, kasus ini tak akan berbuntut panjang jika Aakar memenuhi komitmennya sebagaimana yang disampaikan dalam konferensi pers pada 1 September 2020 lalu.

Dalam jumpa pers itu, Aakar mengklaim telah memberikan ganti rugi ke kliennya. Dia menyebutkan, kerja sama pengelolaan portofolio investasi tersebut berada di luar kewenangan dirinya.

Kontrak tersebut ditandatangani nasabah dengan PT Mahesa Strategis Indonesia, entitas yang berbeda dengan Jouska dan tidak memiliki perjanjian kerja sama. Walaupun Aakar duduk sebagai Komisaris Utama di Mahesa Strategis.

"Yang terjadi adalah broker di dalam hal ini di Mahesa mentransaksikan jual beli saham klien atas kesepakatan tertulis surat kuasa dari klien itu sendiri dalam surat kesepakatan bersama antara klien dengan Mahesa, bukan dengan Jouska," kata Aakar dalam konferensi pers, Selasa (1/9/2020).

Perlu diketahui, Aakar merupakan pemegang saham mayoritas pada Mahesa. Namun, kata Aakar, dirinya pemegang saham pasif dan tidak tahu menahu mengenai izin usaha serta tak terlibat dalam operasional Mahesa. Dia mengakui telah menyelesaikan kesepakatan dengan 45 klien Jouska. Dari kesepakatan tersebut dia menyebutkan pihaknya telah mengeluarkan dana mencapai Rp 13 miliar.

Bentuk kesepakatan dengan para nasabah ini bermacam-macam, mulai dari ganti rugi hingga buyback portofolio saham sesuai dengan kesepakatan dengan klien tersebut.

Disebutkan, terdapat 63 klien Jouska yang mengajukan keluhan kepada Jouska dari 328 klien yang mengembangkan portofolio saham baik secara mandiri maupun lewat bantuan para broker saham di Mahesa.

Persentase klien yang mengajukan komplain tidak sampai 5% dari jumlah klien aktif Jouska sejak awal 2020 yang sudah mencapai 1.700 klien.

Janji Aakar untuk memberikan ganti rugi bahkan sempat disampaikan melalui surat elektronik yang disampaikannya kepada nasabah pada 3 Agustus 2020 lalu.

Dalam surat tersebut Aakar menjanjikan pengembalian dana nasabah secara penuh dan selambatnya akan dibayarkan pada 1 September 2020. Namun kenyataannya, janji itu tak semua ditetapi ada banyak nasabah yang uangnya belum diganti.

Dalam surat tersebut Aakar menyataka komitmen, "Saya menyatakan bersedia dan berkomitmen penuh untuk mempertanggungjawabkan kerugian yang dialami sehubungan dengan investasi saham pada portofolio Bapak/Ibu selaku klien Jouska," tulis Aakar, dalam suratnya yang diperoleh CNBC Indonesia, Jumat (13/11/2020).

"Oleh karenanya, izinkanlah saya memohon kebijaksanaan dari Bapak/Ibu sekalian untuk dapat memberikan waktu selambat-lambatnya hingga tanggal 1 September 2020 untuk dapat menyusun dan kemudian menyampaikan strategi terkait pelunasan terhadap klaim ganti rugi yang diderita para klien melalui suatu perjanjian perdamaian yang akan disampaikan dan disepakati antara pihak saya pribadi, sebagai penanggung jawab dengan masing-masing klien," tulis Aakar lebih lanjut dalam surat tersebut.

HALAMAN SELANJUTNYA >> Investasi Tekor di Saham LUCK

Soal Investasi di Saham LUCK
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4 5
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading