Baca 7 Informasi Ini Sebelum Jual-Beli Saham Hari Ini

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
17 September 2020 09:00
Laju bursa saham domestik langsung tertekan dalam pada perdagangan hari ini, Kamis (10/9/2020) usai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan akan memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai Senin pekan depan.

Sontak, investor di pasar saham bereaksi negatif. Indeks Harga Saham Gabungan anjlok lebih dari 4% ke level 4.920,61 poin. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih Rp 430,47 miliar sampai dengan pukul 10.18 WIB.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham domestik pada ditutup terkoreksi 0,83% ke posisi 5.058,48 pada perdagangan Rabu kemarin (17/9/2020). Nilai transaksi harian bursa mencapai Rp 6,49 triliun dengan volume 10,24 miliar unit saham dan frekuensi perdagangan sebanyak 571.993 kali.

Beberapa saham yang banyak diperdagangkan antara lain, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Sebelum memulai perdagangan Rabu (17/9/2020), cermati aksi dan peristiwa emiten berikut ini yang dihimpun dalam pemberitaan CNBC Indonesia:


1. Dear OJK, Minna Padi AM Belum Bayar Rp 4,8 T Dana Nasabah

PT Minna Padi Aset Manajemen (MPAM) saat ini masih memiliki kewajiban untuk menyelesaikan pembayaran dana nasabahnya senilai kurang lebih Rp 4,8 triliun. Nilai ini merupakan 80% dari net asset value (NAV) reksa dana MPAM yang dibubarkan pada November tahun lalu.

Perwakilan Komunitas Investor Minna Padi, Yanti, mengatakan hingga saat ini total dana yang sudah dibayarkan oleh MPAM kepada nasabah baru 20% dari NAV atau kurang lebih sebesar Rp 1,2 triliun.

Perusahaan sebelumnya telah menjanjikan untuk melakukan pembayaran berikutnya pada Mei lalu, namun hingga saat ini para nasabah belum menerima sepeserpun dari MPAM.

"Jadi tuntutan kami [ke Otoritas Jasa Keuangan] jangan beri kompromi ke Minna Padi karena sudah 10 bulan dari dibubarkan, kami terkatung-katung," kata Yanti kepada CNBC Indonesia, Rabu (16/9/2020).

2. Siap-siap! Anak Usaha Telkom Mitratel Bakal IPO

Salah satu anak usaha BUMN PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) akan mencatatkan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hanya saja periode pencatatan saham perdana ini belum diungkapkan secara detail.

Anak usaha yang dimaksud ialah PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel. Rencana tersebut diungkapkan oleh Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo.

Mitratel adalah salah satu anak perusahaan Telkom yang bergerak di bidang penyediaan infrastruktur telekomunikasi. Mitratel mulai menapaki bisnis menara telekomunikasi sejak 2008.

"Ke depan juga dalam berbagai klaster yang ada kita akan melakukan IPO dan strategic partnership. Sebagai contoh di Pertamina itu upstream holding. Di Telkom di menara itu ada Mitratel akan ada IPO," kata Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirtjoatmodjo dalam acara HSBC Economic Forum bertajuk 'Orchestrating the next move: Transforming Indonesia into Asia's next supply chain hub' yang berlangsung secara virtual, Rabu (16/9/2020).

3. Sah! Aga Bakrie Jadi Deputy CEO BUMI, Rosan Jadi Komut

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bumi Resources Tbk (BUMI) resmi menyetujui pergantian direksi dan komisaris perusahaan.

Generasi ketiga keluarga bisnis Grup Bakrie, Adika Nuraga Bakrie atau Aga Bakrie, diamanahi jabatan sebagai Deputy CEO sekaligus Direktur BUMI. Berdasarkan hasil RUPSLB tersebut, Rosan Perkasa Roeslani juga diangkat sebagai Presiden Komisaris sekaligus Komisaris dari BUMI.

Selain itu, juga dilakukan pengangkatan Direktur yakni Nalinkant Amratlal Rathod, Ashok Mitra dan Maringan MIH Hutabarat (Ido Hutabarat).

4. Ahli Hukum: Ada Itikad Jahat Berjamaah di Skandal Jiwasraya

Pakar hukum pidana Profesor Mudzakir menyebut ada itikad jahat yang dilakukan secara bersama-sama yang dilakukan oleh para terdakwa kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Akibat hal tersebut, negara mengalami kerugian sebesar Rp 16,8 triliun menurut catatan potensi kerugian negara yang dihitung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Menurut Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini, masing-masing pelaku juga melakukan suatu perbuatan yang mempunyai hubungan dengan pelaku yang lain.

"Masing-masing pelaku melakukan suatu perbuatan yang mempunyai hubungan dengan pelaku yang lain sedemikian rupa yang semuanya itu memenuhi unsur tindak pidana, mempunyai itikad jahat yang dilakukan secara bersama-sama," kata Profesor Mudzakir saat memberikan pendapat sebagai saksi ahli di persidangan lanjutan Jiwasraya secara daring, Rabu (16/9/2020).

Ahok Bicara Soal Superholding
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading