Newsletter

The Worst May Be Over, Siap-siap IHSG Bakal Melesat Lagi!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
27 March 2020 06:04
Cermati Sentimen Penggerak Hari Ini
Setelah perdagangan dalam negeri dan pasar Asia berakhir Kamis kemarin, pengumuman kebijakan moneter bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) sedikit mengecewakan pelaku pasar.

Di bulan ini bank sentral pimpinan Mark Carney ini sudah memangkas suku bunga acuannya sebanyak 2 kali hingga menjadi 0,1%, begitu juga dengan program pembelian aset atau quantitative easing (QE) yang jumlahnya ditambah menjadi 645 miliar poundsterling dari sebelumnya 435 miliar poundsterling. Semuanya dilakukan demi meminimalisir dampak COVID-19 ke perekonomian.

Tetapi pelaku pasar menginginkan stimulus yang lebih besar lagi, dan belum dipenuhi oleh BoE. Meski demikian, BoE berjanji akan menambah jumlah QE jika diperlukan untuk mendukung perekonomian atau menjaga likuiditas di pasar.


Bursa saham Eropa berada di zona merah merespon pengumuman kebijakan moneter dari BoE.



Kemudian dari Negeri Paman Sam, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan lonjakan klaim pengangguran hingga mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah. Maklum saja, pandemi COVID-19 sudah membuat beberapa negara bagian menerapkan kebijakan karantina wilayah (lockdown), juga ada perusahaan yang melakukan PHK.

Data yang dirilis menunjukkan jumlah klaim tunjangan pengangguran mencapai 3,82 juta klaim, jauh melampau rekor tertinggi sebelumnya 695.000 klaim pada bulan Oktober 1982. Jumlah tersebut juga lebih dari dua kali lipat hasil survei yang dilakukan Dow Jones memprediksi sebanyak 1,5 juta klaim.

Data klaim pengangguran dianggap sebagai indikator yang paling cepat untuk melihat kondisi perekonomian saat ini. Pada pekan lalu, klaim tunjangan pengangguran hanya sebanyak 282.000, itu menunjukkan ekonomi AS mendapat pukulan hebat dari pandemi COVID-19.

Data tersebut sempat membuat indeks saham berjangka (futures) Wall Street ke zona merah. Tetapi pada akhirnya Wall Street dibuka di zona hijau bahkan mencatat penguatan tajam setelah Ketua DPR AS Nancy Pelosi menyatakan RUU stimulus senilai US$ 2 triliun akan disetujui dan mendapat dukungan penuh dari DPR.

Penguatan Wall Street tersebut turut mengerek bursa saham Eropa ke zona hijau, dan tentunya mengirim hawa positif ke pasar Asia hari ini, Jumat (27/3/2020).


Cermati Sentimen Penggerak Pasar Hari ini (2)
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4 5
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading