Modal Harus Rp 3 T, Bank Kecil Pilih Jadi BPR atau Merger

Market - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
16 January 2020 16:48
Modal Harus Rp 3 T, Bank Kecil Pilih Jadi BPR atau Merger
Jakarta, CNBC Indonesia - Modal inti minimum bank akan dinaikkan menjadi Rp 3 triliun. Aturan ini bertujuan untuk mempercepat konsolidasi di sektor perbankan dan meningkatkan daya saing dengan modal yang kuat.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Heru Kristiyana, mengatakan dua tahun lalu OJK mendorong perbankan melakukan penguatan agar lebih berdaya saing agar berkontribusi lebih besar pada pertumbuhan ekonomi.

"Pada Desember lalu ada POJK No 43 tentang merger dan akuisisi, tujuannya untuk merger bisa lebih cepat," ujarnya di Jakarta, Kamis (16/1/2020).


Kini OJK mendorong bank memiliki permodalan yang kuat dengan menaikkan modal inti minimum bank menjadi Rp 3 triliun. Rencananya aturan ini akan terbit pada akhir Januari atau awal Februari 2020.

Penerapan aturan modal minimum ini dilakukan secara bertahap. Untuk tahun 2020, modal minimum naik menjadi Rp 1 triliun, pada 2021 jadi Rp 2 triliun dan pada 2022 menjadi Rp 3 triliun.

Heru mengungkapkan pihaknya akan memikirkan jika ada bank yang tidak memenuhi aturan ini. Pilihannya membatasi kegiatan usahanya atau turun kelas menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

BPR adalah bank dengan layanan terbatas. BPR hanya bisa memberikan layanan simpanan tabungan & deposito. Wilayah operasinya lebih terbatas dari bank umum. Modal inti BPR berada di bawah Rp 100 miliar.

Hingga Desember 2018, ada 115 bank umum. Komposisinya, ada lima bank BUKU IV di Indonesia dan menguasai 51,03% aset perbankan. Bank BUKU III ada 28 bank dengan penguasaan aset 35,23%. Bank BUKU II sebanyak 59 bank dengan pangsa aset 12,65%. Bank BUKU I sebanyak 22 bank dan penguasaan aset hanya 1,08%.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading