Bangkok Bank Bisa Beli 89% Saham Permata, Ini Penjelasan OJK

Market - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
16 January 2020 16:05
Bangkok Bank Bisa Beli 89% Saham Permata, Ini Penjelasan OJK
Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan alasan memberikan restu kepada Bangkok Bank untuk memiliki saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) lebih dari 40%.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana menjelaskan, regulator pasar modal tersebut punya diskresi untuk memberikan izin tersebut sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 56/POJK.03/2016 tentang Kepemilikan Saham Bank Umum.

"Kita punya aturan kalau dia jadi mayoritas itu pasal 19 POJK. Saya lupa POJK berapa [POJK 56/POJK.03/2016]. Dalam pasal 19, tetapi harus memberikan kontribusi ke kita. Ke industri atau ke perekonomian, atau dia melakukan konsolidasi atau membeli lebih dari satu. Kalau enggak, ya 40% dulu," ujar Heru di Jakarta, Kamis (16/01/2020).



Hal tersebut disampaikan Heru merespons langkah Bangkok Bank mengakuisisi 89,12% saham Bank Permata senilai Rp 37,43 triliun yang sebelumnya dimiliki oleh Standard Chartered Bank dan PT Astra International Tbk (ASII).

Dalam pasal 19 POJK yang dimaksud disebutkan, OJK, berdasarkan pertimbangan tertentu dapat memberikan persetujuan kepada pemegang saham untuk memiliki saham bank melebihi batas maksimum kepemilikan saham, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dan Pasal 4 untuk jangka waktu tertentu.

Artinya, pascaakuisisi tersebut Bangkok Bank harus melakukan penggabungan dua entitas bank miliknya sekarang, Bank Permata dan Bangkok Bank Cabang Jakarta.

Pertengahan Desember 2019, Bangkok Bank dan pihak yang bertransaksi sudah mengumumkan sudah menandatangani conditional sales purchase agreement (CSAP). Transaksi diharapkan akan selesai tahun 2020 ini.

Selain itu, Bangkok Bank juga siap melakukan tender offer atau penawaran tender. Dalam aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), disebutkan jika ada perusahaan atau investor yang membeli minimal 25% saham sasaran, maka diwajibkan untuk melakukan penawaran yang sama atau tender offer kepada pemegang saham lain, termasuk saham publik.

Aturan yang dimaksud yakni Peraturan OJK Nomor 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka (tender offer). Dalam POJK itu disebutkan penawaran tender wajib adalah penawaran untuk membeli sisa saham perusahaan terbuka yang wajib dilakukan oleh pengendali baru.


[Gambas:Video CNBC]




(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading