Dicaplok Bangkok Bank, Begini Masa Depan Bank Permata

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
12 December 2019 20:31
Dicaplok Bangkok Bank, Begini Masa Depan Bank Permata
Jakarta, CNBC Indonesia - Bangkok Bank akan mengakuisisi 89,12% saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) yang digenggam Standard Chartered PLC dan PT Astra International Tbk (ASII) masing-masing sebesar 44,56%. Nilai akuisisi ini mencapai Rp 37 triliun dengan harga pelaksanaan Rp 1.498 per saham.

Presiden Direktur Bangkok Bank Chartsiri Sophonpanich, dalam konferensi pers di Jakarta menyampaikan, dibidiknya Bank Permata sejalan dengan rencana ekspansi internasional Bangkok Bank.


Menurut Chartsiri, Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia dengan fundamental ekonomi yang terjaga, demografi yang baik serta peningkatan integrasi regional ASEAN.


Transaksi akuisisi ini ditargetkan akan rampung pada kuartal III-2020. Adapun fokus bisnis setelah akuisisi, diutarakan Chartsiri, PermataBank masih akan fokus pada penyaluran kredit di segmen korporasi, usaha mikro kecil dan menengah serta nasabah ritel.

"Komposisi PermataBank di korporasi, UKM dan ritel cukup baik, kami akan lanjutkan. Pada saat bersamaan, digitalisasi Permata, mobile banking akan mendukung ke depan," kata Chartsiri, di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Saat ini, kata dia, Bangkok Bank baru memiliki tiga cabang di Indonesia yang tersebar di Jakarta, Surabaya dan Medan. Dengan terintegrasi Bank Permata, dia menyatakan rencana menutup cabang Bangkok Bank masih dalam proses diskusi dengan regulator.

Bangkok Bank Public Company Limited atau Bangkok Bank juga siap menggelar penawaran tender wajib (mandatory tender offer) untuk membeli sisa 10,88% saham publik di BNLI setelah perseroan resmi mencaplok 89,12% saham BNLI dari Astra dan Standchart.

"Bangkok Bank mengantisipasi penawaran tender wajib untuk sisa 10,88% saham di Permata setelah merampungkan akuisisi saham kepemilikan sebesar 89,12%," tulis manajemen Bangkok Bank, keterangan pers, Kamis.

Transaksi akuisisi ini berdasarkan penilaian yang disepakati sebesar 1,77 kali lipat dari nilai buku Bank Permata (yang masih akan disesuaikan).

Berdasarkan nilai buku Permata pada 30 September 2019, harga pembelian indikatif Rp 1.498 per saham dan nilai transaksi indikatif Rp 37,43 triliun (sekitar US$ 2,67 miliar atau 81,02 miliar THB) untuk 89,12% saham BNLI, dan Rp 42 triliun (sekitar US$ 3 miliar atau 90,91 miliar THB) untuk kepemilikan 100,0% saham BNLI.

Harga yang harus dibayar oleh Bank untuk kepemilikan 89,12% saham di Permata akan difinalisasikan berdasarkan 1,77 kali lipat dari nilai buku Permata (yang masih akan mengalami beberapa penyesuaian), sebagaimana tercantum dalam laporan keuangan terakhir yang diterbitkan Permata sebelum penyelesaian Transaksi.

Penyelesaian transaksi tunduk pada sejumlah kondisi sebelumnya termasuk persetujuan regulator dari Bank of Thailand dan OJK, serta persetujuan rapat umum pemegang saham Bangkok Bank.

Akuisisi ini akan dibiayai melalui perpaduan sumber daya internal dan kegiatan pendanaan rutin Bangkok Bank.

Akuisisi ini diharapkan akan menambah keuntungan per saham (earnings per share) dan pengembalian ekuitas (return on equity) Bangkok Bank segera setelah proses akuisisi selesai. Posisi modal Bank juga diperkirakan akan tetap kokoh setelah penyelesaian Transaksi

Simak penjelasan Bangkok Bank atas akuisisi Bank Permata di bawah ini:

[Gambas:Video CNBC]




(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading