Fitch: Kabinet Baru Berat Buat Angkat Ekonomi RI, Kok Bisa?

Market - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
05 November 2019 07:08
Indeks Risiko Politik Jangka Pendek juga dipertahankan pada 69,4 dari skala 100.
Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga riset global Fitch Solutions menilai kabinet pemerintahan baru yang dibentuk Presiden Joko Widodo akan menurunkan prospek reformasi ekonomi yang prosesnya dapat semakin berat. Indeks Risiko Politik Jangka Pendek juga dipertahankan pada 69,4 dari skala 100.

Riset Fitch Solutions Macro Research yang dirilis kemarin (4/11/19) menilai kabinet baru Jokowi menggarisbawahi keinginannya untuk merangkul banyak pihak dan menenangkan pihak dan partai oposisi.


Selain itu, pemerintahan baur juga akan memiliki kembali fokus pada pengembangan infrastruktur, yang dapat menopang aktivitas ekonomi pada termin kedua 2019-2024. Meskipun demikian, program reformasi ekonomi masih tetap dapat berjalan dengan memilih kembali dua menteri andalannya.



Pertama adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang memiliki kampanye untuk mereformasi sistem perpajakan sehingga dapat meningkatkan penerimaan pajak.

"Latar belakangnya sebagai mantan direktur pelaksana Bank Dunia telah menanamkan kepercayaan investor terhadap kemampuannya untuk menjaga stabilitas fundamental ekonomi untuk Indonesia," tulis riset tersebut.

Kedua adalah Luhut Binsar Pandjaitan, mantan jenderal yang diperhatankan di posisi yang sama karena dianggap memiliki reputasi kebijakan yang memuaskan. Pemilihan Luhut, tulis riset tersebut, menjelaskan digesernya Thomas Lembong dari posisi kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang digantikan Bahlil Lahadalia.

Thomas dinilai cukup kritis menyikapi banyaknya modal China yang masuk ke dalam negeri, sedangkan Luhut dikenal pada April, di mana dia menawarkan China keikutsertaan dalam proyek pembangunan di dalam negeri senilai US$ 91 miliar sebagai bagian dari Beijing and Road Initiative (BRI). BRI adalah rencana investasi infrastruktur raksasa oleh China yang mencakup Eurasia.

Kebijakan Luhut terutama sikapnya yang dinilai pro-China dianggap kontroversial dan sudah memicu naiknya sentimen anti-China. Riset dari Pew Research Institute asal Amerika Serikat, pandangan positif terhadap China turun 17% dalam 10 tahun terakhir.

Di sisi lain, pernyataan Bahlil bahwa investor domestik akan menggantikan porsi investor asing pada periode dia menjabat adalah sinyal bahwa dia akan fokus pada investor domestik sedangkan investor dari luar negeri akan ditangani Luhut.


Fitch Solutions juga menilai ketika Jokowi baru memulai masa jabatan keduanya, diprediksi bahwa bahwa ketegangan ideologis dan sosial yang beberapa di antaranya muncul selama periode kampanye pemilu akan terus mengancam stabilitas dalam negeri.

Karena itu, Fitch Solutions mempertahankan Indeks Risiko Politik Jangka Pendek pada 69,4 dari skala 100. Beberapa celah juga dinilai telah muncul dalam beberapa bulan terakhir.


Beberapa di antaranya adalah ketegangan antara para pendukung pluralisme agama dan mereka yang konservatif serta ketegangan reformis yang mendorong liberalisasi ekonomi dan keterbukaan terhadap kaum nasionalis yang ingin mempertahankan kendali atas sumber daya.

Konflik lain adalah Undang-undang yang membatasi kekuatan hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memicu protes pada Oktober silam. Selain itu, gelombang kerusuhan yang dipimpin separatis di Papua akan tetap menjadi ancaman bagi keberlangsungan keamanan.


TIM RISET CNBC INDONESIA


(irv/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading