Internasional

Ini Alasan Trump Bersikap Galak ke Huawei

Fintech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
19 February 2019 - 13:06
Jakarta, CNBC Indonesia - Pendiri Huawei Technologies, Ren Zhengfei angka suara soal penahanan putrinya yang juga merupakan CFO perusahaan. Menurutnya penahanan tersebut bermotif politik.

"Pertama, saya keberatan dengan apa yang telah dilakukan AS. Aksi bermotif politik seperti ini tidak dapat diterima," kata Ren kepada BBC dalam sebuah wawancara, dilansir dari Reuters, Selasa (18/2/2019).



Sejak 2014, AS memang begitu galak terhadap perusahaan teknologi China. Huawei Technologies dan ZTE Corp sudah merasakannya. Keduanya kini dilarang untuk menjual produk-produknya di AS.


AS menuduh perangkat Huawei bisa disusupi oleh intelijen China untuk memata-matai negara lain. AS berpendapat penetrasi Huawei harus dibatasi bahkan diblokir. Maklum senjata yang paling kuat saat ini adalah teknologi. Siapa yang kuasai teknologi 5G akan mendapat keuntungan ekonomi, intelijen dan militer.

Ini Alasan Trump Bersikap Galak ke HuaweiFoto: REUTERS/Tyrone Siu

5G merupakan teknologi internet yang supercepat dibandingkan pendahulunya. Teknologi ini akan menjadi tulang punggung untuk teknologi sensor, robot, kendaraan otonom, dan perangkat lain yang mengonsumsi data dalam jumlah besar.


Dalam wawancara New York Times dengan pejabat senior pemerintah AS, pejabat intelijen dan eksekutif telekomunikasi didapati dalam bisnis 5G harus ada pemenang tunggal untuk mengamankan jaringan dan mencegah pengendalian arus informasi.

Pejabat AS mengatakan salah satu yang mengkhawatirkan adalah sifat pemerintah China yang semakin otoriter, memudarnya pembatas antara bisnis independen dan negara, serta undang-undang baru yang akan memberikan Beijing kekuatan untuk melihat atau bahkan mungkin mengambil alih jaringan.

"Penting untuk diingat bahwa hubungan perusahaan China dengan pemerintah China tidak seperti hubungan perusahaan sektor swasta dengan pemerintah di Barat," kata William R. Evanina, Direktur Pusat Kontra Intelijen dan Keamanan Nasional Amerika. seperti dikutip Selasa (12/2/2019).

"Undang-Undang Intelijen Nasional Tiongkok 2017 mengharuskan perusahaan China untuk mendukung, memberikan bantuan, dan bekerja sama dalam pekerjaan intelijen nasional China, di manapun mereka beroperasi."

"Presiden Trump telah mengidentifikasi mengatasi masalah ekonomi ini sebagai hal yang penting untuk membuat China bermain sesuai aturan yang dimainkan semua orang. Tidak hanya untuk memperbaiki keseimbangan secara ekonomi, tetapi juga untuk mencegah ketidakseimbangan kekuatan politik/militer di masa depan," John R. Bolton, penasihat keamanan nasional Trump, mengatakan kepada The Washington Times, Jumat (25/1/2019).


Saksikan video tentang AS yang melarang sekutunya gunakan Huawei di bawah ini: (roy/prm)
1 dari 2 Halaman
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading