Dukung Internet 4G & 5G, RI Disarankan Hapus 2G dan 3G

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
10 June 2021 08:40
Negara-negara  dengan 
Internet  Tercepat 2018

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengembangan jaringan di Indonesia seharusnya dibarengi dengan penghapusan jaringan 2G dan 3G. Perusahaan analisis mobile, Open Signal menyarankan untuk menghapus dua generasi tersebut.

Menurut Open Signal, operator seluler di Indonesia memperbarui bagian dari sejumlah pita yakni 800Mhz, 900Mhz, 1800 Mhz, dan 2100 Mhz untuk 4G. Di saat bersamaan mereka juga masih bergantung dengan pita 900Mhz dan 1800Mhz untuk 2G serta 3G pada 2100 Mhz.

Namun Open Signal mengatakan jika pita frekuensi itu digunakan untuk 4G, maka akan meningkatkan pengalaman seluler di tanah air.


"Apabila pita frekuensi tersebut dapat digunakan untuk layanan 4G, pengalaman seluler di Indonesia akan meningkat, karena jaringan 4G dan 5G lebih efisien dalam menggunakan kapasitas spektrum dibandingkan dengan teknologi lama 2G dan 3G," kata Open Signal dikutip dari keterangan resminya, Kamis (10/6/2021).

Open Signal mengatakan standar dari teknologi terbaru bisa mendukung kecepatan lebih cepat serta penggunaan data lebih banyak. Selain itu juga dapat bertambahnya pengguna pada pita Mhz yang sama dibandingkan 2G dan 3G.

Menurut data yang dimiliki Open Signal, terdapat kesenjangan pengalaman pengguna jaringan seluler antara pemakai 3G dan 4G. Alsan utama masyarakat tidak merasakan manfaat dari 4G disebabkan tidak berlangganan bukan karena jangkauan.

Dengan adanya kemajuan menuju 5G, operator Indonesia akan mendapatkan manfaat jika pengguna migrasi 3G ke 4G serta memperbarui pita spektrum 2G/3G ke layanan 4G.

"Hal itu akan membantu mempercepat penyebaran jaringan 4G dan 5G yang dapat menjembatani kesenjangan digital di Indonesia, serta meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan dan mendorong perkembangan sosial-ekonomi yang positif," tulis Open Signal.

Open Signal juga mencari tahu mengapa pengguna 3G atau 3G only user tidak pernah terhubung dengan 4G. Alasan pertama adalah pengguna tidak berlangganan 4G.

Disebutkan 67,5% pengguna 3G di Indonesia memiliki smartphone 4G dan menghabiskan waktu di area jaringan tersebut. Kemungkinannya mereka tidak melakukan peningkatan berlangganan 4G atau menonaktifkan koneksi 4G pada ponselnya.

Selain itu juga alasan pengguna tidak memiliki perangkat berkemampuan 4G. Sebab ponsel yang makin terjangkau namun masyarakat berpenghasilan rendah tetap tidak mampu membelinya. Dalam data terdapat 16,8% pengguna 3G menghabiskan waktu di area 4G tapi tidak memiliki perangkat pendukung.

Terakhir adalah tidak terjangkau 4G. Menurut data ada 10,9% pengguna 3G memiliki ponsel 4G, namun tidak berada di area yang tidak terjangkau 4G.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading