Sebelum Lengser, Trump Jatuhkan Hukuman ke Alibaba & Tencent?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
07 January 2021 17:00
President Donald Trump arrives to speak at a rally Wednesday, Jan. 6, 2021, in Washington. (AP Photo/Jacquelyn Martin)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Donald Trump dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk memasukkan raksasa teknologi Alibaba Group dan Tencent Holdings dalam daftar hitam (blacklist) sebagai perusahaan yang dimiliki atau dikendalikan militer China.

Ini merupakan laporan Reuters mengutip dua sumber yang mengetahui rencana ini secara langsung, seperti dihimpun CNBC Indonesia, Kamis (7/1/2021).

Sumber tersebut mengungkapkan pejabat Departemen Pertahanan yang mengawasi penunjukan blacklist ini belum menyelesaikan rencana itu dan sedang membahas penambahan perusahaan China lainnya ke dalam daftar.


Memasukkan perusahaan dalam daftar hitam akan membuat investor AS dilarang berinvestasi di kedua perusahaan. Ketika dimintai konfirmasi kedua perusahaan menolak berkomentar.

Jika hal ini terlaksana, ini akan menjadi langkah paling dramatis yang dilakukan Trump sebelum lengser dari jabatan Presiden. Sebelum Trump telah meluncurkan kebijakan garis keras yang membatasi perusahaan besar China di AS.

Dramatis karena kedua perusahaan ini memiliki nilai gabungan hingga US$1,3 triliun dan banyak investor AS berinvestasi di dua raksasa teknologi China ini. Apalagi Alibaba Group mencatatkan sahamnya di Bursa Saham AS.

"Ini adalah kebijakan yang sangat buruk dan ada cukup uang di Asia, banyak dan semakin besar, sehingga tidak boleh memaksa perusahaan-perusahaan ini keluar dari Amerika," kata Thomas Caldwell, ketua Caldwell Investment Management. "Uang dan pasar harus netral."

Sebelumnya, Selasa (5/1/2021), Trump menandatangani perintah eksekutif yang melarang transaksi dengan delapan aplikasi perangkat lunak China, termasuk Alipay dari Ant Group, serta QQ Walet dan WeChat Payment dari Tencent.

Langkah itu bertujuan untuk mengekang ancaman terhadap orang Amerika yang ditimbulkan oleh aplikasi perangkat lunak China, yang memiliki basis pengguna besar dan akses ke data sensitif, kata Seorang pejabat senior di pemerintahan.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading