Grab & Gojek Merger, Anthony Tan Mau Jadi 'Manusia Super'?

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
28 December 2020 18:00
A woman passes a Grab signage at their office in Singapore September 23, 2016. REUTERS/Edgar Su  - RTSP2AJ

Jakarta, CNBC Indonesia - Rumor merger Grab dan Gojek masih bergulir. Kabar terbaru Grab menginginkan kontrol yang lebih besar pada perusahaan merger kedua raksasa ride-hailing Asia Tenggara ini. Bahkan pendiri Grab Anthony Tan menawarkan diri menjadi "CEO seumur hidup" secara de fakto.

Laporan ini pertama kali dipublikasikan oleh Nikkei Asian Riview pada 24 Desember 2020 dengan mengutip dua sumber yang mengetahui hal ini dan dilansir CNBC Indonesia, Senin (28/12/2020).

Menurut sumber itu, Grab juga mengajukan beberapa syarat untuk melakukan merger termasuk memberikan Anthony Tan hak suara yang besar di perusahaan gabungan, hak veto keputusan dewan direksi, dan kendali atas penghasilan sendiri.


Sumber lain menyebutkan kondisi khusus seperti "siapa yang dapat menunjuk dan dalam kondisi apa, CEO [grup] baru (akan dipilih) bila (Anthony Tan) meninggal" pun sedang dibahas.

Alasan persyaratan dan kuasa yang lebih besar ini karena Grab dianggap memiliki operasional yang lebih luas di Asia Tenggara dengan kondisi keuangan yang lebih sehat ketimbang Gojek.

Jika permintaan dipenuhi maka Anthony Tan akan memiliki kendali signifikan kepada perusahaan merger Grab dan Gojek. Hal ini pun menjadi kekhawatiran bagi para investor, namun Grab menjelaskan perusahaan akan dikelola sesuai peraturan perusahaan terbuka.

Salah satu sumber mengungkapkan ketika sepakatan dalam merger ini adalah struktur pemegang saham dalam entitas baru. Gojek disebut meminta porsi saham 40%, sementara Grab menganggap porsi saham tersebut terlalu besar mengingat kondisi keuangan Grab yang lebih baik.

Hingga berita ini dipublikasikan Nikkei Asian Review Grab, Gojek dan SoftBank menolak untuk memberikan komentar.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading