Mega Merger Gojek, Brand 'Grab' Bakal Hilang dari RI?

Tech - Rahajeng Kusumo Hastuti & Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
03 December 2020 13:32
Ibu dari ojek online mengikuti aksi ojek online di Istana Negara, Selasa (27/3). Mereka bekerja untuk menghidupi anaknya.

Jakarta, CNBC Indonesia - Grab dan Gojek dikabarkan sudah sepakat untuk menggabungkan operasinya di Asia Tenggara. Hal lain sedang dibicarakan adalah masalah operasi di Indonesia.

Ini merupakan laporan DealStreetAsia dengan mengutip sejumlah sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, seperti dihimpun CNBC Indonesia, Kamis (3/12/2020).

Dalam laporan itu kemungkinan penggabungan ini akan mencakup semua layanan Grab dan Gojek, mulai dari layanan transportasi, pengiriman makan dan paket, hingga ke pembayaran digital dan layanan keuangan.


Entitas gabungan ini akan menggunakan merek Grab di sebagian besar wilayah Asia Tenggara. Ini karena Grab memiliki operasi yang lebih luas. Grab hadir di 8 negara Asia Tenggara sementara Gojek di 5 negara.

DealStreetAsia melaporkan di Indonesia, Grab lebih suka memakai brand nama gabungan, sementara Gojek lebih suka menggunakan brandnya sendiri yang sudah kuat di Indonesia.

Sumber DealStreetAsia mengungkapkan Gojek sedang berusaha untuk menenangkan regulator Indonesia dengan dengan cara menghentikan, atau menghapus brand Grab di Indonesia.

Menanggapi rumor merger ini, Chief of Corporate Affairs Gojek Nila Marita menolak mengomentari rumor yang beredar di pasar. Menurut saat ini fundamental Gojek semakin kuat termasuk di amsa pandemi.

"Beberapa layanan kami bahkan telah mencatatkan kontribusi margin positif. Kami terus memprioritaskan pertumbuhan yang berkelanjutan untuk memberikan layanan terbaik kepada pengguna dan mitra kami di seluru tempat kami beroperasi," jelas Nila kepada CNBC Indonesia.

Juru Bicara Grab Indonesia juga menolak mengomentari rumor yang beredar di pasar.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading