Gantikan Google Play Store, Huawei Rayu Developer Rp 364 M

Tech - Redaksi, CNBC Indonesia
20 January 2020 14:10
Huawei Technologies menawarkan pendanaan US$26 juta atau setara Rp 364 miliar pada developer aplikasi yang ingin setuju mengembangkan ekosistem Huawei.
Jakarta, CNBC Indonesia - Huawei Technologies menawarkan pendanaan US$26 juta atau setara Rp 364 miliar pada developer aplikasi yang ingin setuju mengembangkan ekosistem Huawei.

Tawaran pendanaan ini merupakan salah satu cara Huawei menghadapi sanksi blacklist (daftar hitam) yang membuat raksasa teknologi China ini tidak bisa menggunakan aplikasi bawaan dari Google seperti Maps, Gmail, Google Play Store, hingga YouTube di pra-install ponsel barunya.


Tawaran pendanaan ini diumumkan Huawei dalam sebuah konferensi developer yang diadakan Huawei di London, Inggris, pekan lalu. Tawaran ini berlaku untuk developer Inggris dan Irlandia untuk membuat aplikasi di toko aplikasi Huawei App Gallery.


Dalam pertemuan tersebut, Huawei juga menjanjikan diskon biaya bila bersedia menaruh aplikasinya di App Galery. Jika Google Play Store menarik biaya 30% dari developer, Huawei hanya menagih 15% dari pendapatan.

Vice President Huawei Consumer Eropa Jamie Gonzalo mengatakan Huawei sedang mencoba membangun ekosistem aplikasi yang sedikit berbeda dari Google di mana ekosistem ini tidak banyak mengandung 'spam' dalam notifikasinya.

"Ini sangat bagus dari sudut pandang privasi," ujar Jamie Gonzalo seperti dilansir dari South China Morning Post, Senin (20/1/2020). "Iklan tidak penting bagi kami."

Developer akan dibolehkan memasarkan aplikasi mereka di Huawei App Galery. Namun belum jelas apakah Huawei akan menggunakan sistem operasi (OS) HarmonyOS menggantikan Android. Saat ini Huawei menjalankan sistem operasi Android versi open-source.

[Gambas:Video CNBC]


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading