Kok Bisa Pria Ini Ngutang Rp 400 Juta di 20 Fintech Lending?

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
17 December 2019 06:49
Jangan pinjam di P2P Lending untuk tujuankonsumtif sebab akan jadi utang yang mencekik dan bikin pusing.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pinjamanlah uang ke peer-to-peer (P2P) lending untuk tujuan produktif dan sesuai kebutuhan. Jangan pinjam untuk konsumtif sebab akan jadi utang yang mencekik dan bikin pusing.

Jangan contoh cara yang dilakukan  Engineer Telekomunikasi Peng Jieze. Ia memiliki hobi gonta-ganti smartphone baru dan sepatu kets mahal. Menurutnya hobi yang dijalankannya tidaklah berbahaya.


Untuk membiaya hobinya awalnya dia meminjam 300 yuan atau setara US$58 (Rp 812 ribu) ke salah satu fintech lending di China. Kemudahan meminjam, cukup dengan ponsel, jadi alasan ia meminjam ke fintech.


Akhirnya dia kecanduan dan meminjam ke 20 fintech. Utangnya menggunung menjadi 100.00 yuan (Rp 201 juta).

"Tidak peduli berapa banyak uang yang saya hasilkan, saya tidak memiliki apa pun yang tersisa untuk diri sendiri dan harus menggunakan hampir semua penghasilan melunasi utang," kata Peng Jiezo seperti dikutip dari The Strait Times, Senin (16/12/2019). Ia menyebut perangkap utang ini sebagai "jurang maut".

Tahun ini, masalah baru muncul. Pemerintah China menutup ribuan fintech lending, sebagian besar yang ditutup merupakan tempat ia meminjam uang. Alhasil, ia harus meminta orang tuanya melunasi pinjaman.

[Gambas:Video CNBC]

Gali Tutup Lobang
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading