OVO Vs GoPay, Siapa Paling Banyak Bakar Uang?

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
29 November 2019 11:33
Bakar uang jadi alasan Lippo menjual sebagian besar saham OVO. Lalu bagaimana dengan GoPay?
Jakarta, CNBC Indonesia - Lippo Group telah melepas sebagian besar saham OVO kepada investor lain karena tidak kuat memasok dana untuk aksi bakar uang. Hal ini diungkapkan oleh Pendiri Lippo Group Mochtar Riady.

"Bukan melepas, adalah kita menjual sebagian. Sekarang kita tinggal sekitar 30-an persen atau satu pertiga. jadi dua pertiga kita jual," ujar Mochtar dalam acara Indonesia Digital Conference (IDC), Kamis (28/11/2019).

"Alasannya, terus bakar uang bagaimana kami kuat," kata Mochtar.


Bakar uang adalah strategi yang banyak diterapkan oleh perusahaan digital di tanah air termasuk dompet digital. Mereka melakukan promosi jor-joran untuk memberikan cashback dan potongan harga (diskon).


Cashback dan diskon dipilih untuk merayu masyarakat agar mau menggunakan dompet digital dan merasakan kemudahan dan kenyamanan (user experience) dalam transaksi. Kedua cara ini juga jadi cara dompet digital meningkatkan penggunanya.

Director of Enterprise Payment, OVO, Harianto Gunawan mengatakan bakar duit atau insentif adalah cara untuk menciptakan kepercayaan kepada masyarakat. Dibandingkan perbankan yang sudah membangun kepercayaan bertahun-tahun, e-wallet merupakan hal baru.

"Insentif merupakan salah satu cara untuk mendorong masyarakat beralih dari uang tunai menjadi non tunai dan membuat mereka mencoba menggunakan dan percaya," ujarnya dalam Fintech Summit & Expo di Jakarta, Selasa (24/9/2019).

CEO GoPay Aldi Haryopratomo menambahkan bagi GoPay membakar uang merupakan hal yang lumrah asal diberikan kepada orang yang tepat.

"Kami membakar uang untuk mikro entrepreneur membuat transaksi mereka meningkat dan membuat bisnis lebih maju, bagi kami tidak masalah," terangnya.


(roy/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading