Investasi Saham Syariah Saat Ramadan, Cuan Gak yah?

Syariah - Haryanto, CNBC Indonesia
29 April 2020 15:08
Emisi obligasi syariah (sukuk)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonomi syariah, khususnya di Indonesia, memang tengah menggeliat. Maka tidak mengherankan jika saat ini sudah semakin banyak berkembang produk syariah mulai dari perbankan syariah, KPR syariah, bahkan investasi syariah termasuk berbentuk efek alias surat berharga.

Saat ini investasi efek syariah bisa terbagi atas efek utang syariah atau sukuk baik sukuk korporasi maupun sukuk negara. Tapi yang cukup populer yakni saham syariah yang memang belum memiliki pilihan sebanyak investasi konvensional.

Mengacu definisi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), saham syariah adalah efek saham yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

Kriterianya di antaranya yakni perusahaannya tak berbisnis terkait judi dan permainan tergolong judi, perdagangan yang tidak disertai dengan penyerahan barang/jasa, bank berbasis bunga, multifinance berbasis bunga, dan jual beli risiko yang mengandung unsur ketidakpastian (gharar) dan/atau judi (maisir), antara lain asuransi konvensional.

Kriteria lain ialah bisnisnya tidak berkaitan denganĀ barang atau jasa haram zatnya atauĀ barang atau jasa yang merusak moral dan/atau bersifat mudarat.


Selain itu, saham kategori syariah yakni saham perusahaan dengan total utang berbasis bunga dibandingkan dengan total aset tidak lebih dari 45% dan total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lain dibandingkan dengan total pendapatan dan pendapatan lain-lain tak lebih dari 10%.

Semua saham syariah yang terdapat di pasar modal syariah Indonesia, baik yang tercatat di BEI maupun tidak, dimasukkan ke dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh OJK secara berkala, setiap Mei dan November.

Untuk mengetahui kinerja saham-saham syariah, bisa tampak dari indeks saham syariah yang ada di BEI. Hingga saat ini ada tiga indeks saham syariah. Berikut ini kinerjanya.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)
Kapitalisasi pasar indeks ini per Maret 2020 mencapai Rp 2.688 triliun. ISSI ini diluncurkan pada 12 Mei 2011. Konstituen ISSI adalah seluruh saham syariah yang tercatat di BEI dan masuk ke dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh OJK. Artinya, BEI tidak melakukan seleksi saham syariah yang masuk ke dalam ISSI.

Konstituen ISSI diseleksi ulang sebanyak dua kali dalam setahun, setiap Mei dan November, mengikuti jadwal review DES. Oleh sebab itu, setiap periode seleksi, selalu ada saham syariah yang keluar atau masuk menjadi konstituen ISSI.

Metode perhitungan ISSI mengikuti metode perhitungan indeks saham BEI lainnya, yaitu rata-rata tertimbang dari kapitalisasi pasar dengan menggunakan Desember 2007 sebagai tahun dasar perhitungan ISSI.

Jika dirunut dari awal puasa yang jatuh pada 24 April 2020, maka ISSI telah membukukan penguatan sebesar 0,99 poin atau 0,72% menjadi 139,60 pada penutupan perdagangan Selasa kemarin (28/4/2020) dari penutupan 23 April 2020 di level 138,61.

Namun secara year to date, atau tahun berjalan ISSI terkoreksi 25,63%, memang lebih rendah dari koreksi IHSG sebesar 28,10% pada periode yang sama sejak awal tahun hingga 28 April.


Jakarta Islamic Index (JII)
Kapitalisasi pasar per Maret 2020 mencapai Rp 1.582 triliun. JII adalah indeks saham syariah yang pertama kali diluncurkan di pasar modal Indonesia pada 3 Juli 2000.

Konstituen JII hanya terdiri dari 30 saham syariah paling likuid yang tercatat di BEI. Sama seperti ISSI, review saham syariah yang menjadi konstituen dilakukan sebanyak dua kali dalam setahun, Mei dan November, mengikuti jadwal review DES oleh OJK.

BEI menentukan dan melakukan seleksi saham syariah yang menjadi konstituen JII. Adapun kriteria likuiditas yang digunakan dalam menyeleksi 30 saham syariah yang menjadi konstituen JII adalah sebagai berikut:

  • Saham syariah yang masuk dalam konstituen Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) telah tercatat selama 6 bulan terakhir
  • Dipilih 60 saham berdasarkan urutan rata-rata kapitalisasi pasar tertinggi selama 1 tahun terakhir
  • Dari 60 saham tersebut, kemudian dipilih 30 saham berdasarkan rata-rata nilai transaksi harian di pasar regular tertinggi
  • 30 saham yang tersisa merupakan saham terpilih.


Pada periode yang sama indeks JII juga tercatat naik 9,09 poin atau 1,8% menjadi 514,41 dari level 505,32. Sementara year to date, JII minus 26,30%.


Jakarta Islamic Index 70 (JII70 Index)
Kapitalisasi pasar Per Maret 2020 sebesar Rp 1.899 triliun. Indeks saham syariah ini diluncurkan BEI pada 17 Mei 2018. Konstituen JII70 hanya terdiri dari 70 saham syariah paling likuid yang tercatat di BEI. Sama seperti ISSI, review saham syariah yang menjadi konstituen JII dilakukan sebanyak dua kali dalam setahun, Mei dan November, mengikuti jadwal review DES oleh OJK.

BEI menentukan dan melakukan seleksi saham syariah yang menjadi konstituen JII70. Adapun kriteria likuiditas yang digunakan dalam menyeleksi 70 saham syariah yang menjadi konstituen JII70 adalah sebagai berikut:

  • Saham syariah yang masuk dalam konstituen Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) telah tercatat selama 6 bulan terakhir
  • Dipilih 150 saham berdasarkan urutan rata-rata kapitalisasi pasar tertinggi selama 1 tahun terakhir
  • Dari 150 saham tersebut, kemudian dipilih 70 saham berdasarkan rata-rata nilai transaksi harian di pasar regular tertinggi.
  • 70 saham yang tersisa merupakan saham terpilih.


Pada periode yang sama, indeks JII70 menguat 2,17 poin atau 1,29% menjadi 170,16 dari 167,99. Sementara year to date, JII70 ini melemah 27.09%.

Adapun pada perdagangan sesi I Rabu ini (29/4), ISSI naik 0,83% pada 140,77, JII menguat 1,46% pada 521,95 dan JII70 naik 1,27% menjadi 172,32.

Kenaikan tiga indeks ini sejak awal Ramadan hingga saat ini tak luput dari kinerja emiten saham-saham terkait. Secara keseluruhan cukup potensial jika Anda ingin berinvestasi di saham-saham syariah tersebut.

Kendati demikian, dalam berinvestasi saham syariah terbaik, pastikan Anda sudah menentukan tujuan dalam berinvestasi. Jika kamu memilih saham syariah, maka sebaiknya pastikan bahwa Anda berniat untuk tujuan investasi jangka panjang. Pasalnya, investasi saham syariah, sama halnya dengan investasi saham konvensional, juga sangat fluktuatif.

Selain itu, pastikan Anda sudah menganalisa potensi imbal balik dan risiko dari setiap perusahaan. Ada baiknya Anda bisa mempelajari kinerja keuangan perusahaan, tren sektor yang digeluti perusahaan, serta riwayat harga saham perusahaan sebelumnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading