Mayoritas Warga Kota Malang Sudah Divaksinasi Covid-19

News - Lalu Rahadian, CNBC Indonesia
14 February 2022 15:20
WALIKOTA MALANG

Jakarta, CNBC Indonesia - Wali Kota Malang Sutiaji memastikan proses vaksinasi yang berlangsung di kawasan Malang Raya masih terkendali. Dia menyebut tidak ada gelombang penolakan masyarakat atas semua jenis vaksin yang tersedia.

Menurut Sutiaji, saat ini tingkat penyuntikan vaksin Covid-19 dosis pertama di Kota Malang sudah mencapai 112%. Kemudian, penyuntikan dosis II vaksin sudah menembus angka 102%. Angka ini menunjukkan tingginya rasio masyarakat Malang yang sudah menerima vaksin agar kuat menghadapi pandemi.

"Masyarakat kami hampir seluruhnya sudah tervaksin. Kalau yang ber-KTP Malang (vaksin dosis I) di angka 97%, masih ada 3% yang belum. Kalau dosis II ada 87% yang ber-KTP Malang sudah disuntik," kata Sutiaji kepada CNBC Indonesia pekan lalu, dikutip Senin (14/2/2022).


Jika dirinci lebih lanjut, tercatat ada 69% lansia di Kota Malang yang sudah mendapat vaksin dosis pertama. Kemudian, ada 67% lansia sudah mendapat suntikan vaksin dosis kedua.

 Sutiaji mengatakan selama ini ada banyak lansia dari Malang yang mengikuti program vaksinasi dari kota lain seperti Surabaya. Hal ini menyebabkan tingkat vaksinasi yang diberikan ke lansia di sana baru ada di kisaran 67-69%.

"Untuk siswa, penyuntikan dosis pertama sudah mencakup 88,83% dan dosis kedua 24,3%. Untuk dosis ketiga kami saat ini di angka 13% dan terus akan kami lakukan terutama kepada para lansia, tenaga layanan publik," katanya.

Sebagai catatan, total sasaran program vaksinasi Covid-19 nasional mencapai 208.265.720 orang. Hingga 14 Februari, pemberian vaksin dosis pertama di Indonesia sudah mencapai 90,43%. Kemudian, pemberian vaksin dosis kedua sudah mencakup 65,21% masyarakat. Penyuntikan vaksin dosis ketiga baru mencapai 3,39% dari total target.

Dia menegaskan terus memperkuat penerapan PPKM Mikro selama pandemi terjadi. Dia mengklaim imbauan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan terus diberikan Pemkot Malang, meski angka penularan Covid-19 sempat melandai beberapa bulan lalu.

Pemkot Malang sejauh ini tidak melakukan penutupan atau pembatasan aktivitas secara ekstrem, karena percaya bahwa salah satu kunci untuk memutus rantai penularan Covid-19 adalah dengan ketaatan prokes masyarakat. Dia juga mengeluarkan imbauan agar masyarakat terus memakai masker, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan selama pandemi masih terjadi.

"Soal yang kemarin sempat viral (kasus warga positif Covid-19 berkeliaran ke tempat publik) kami sudah kerjasama dengan Kapolres, sudah ada pemanggilan, semoga nanti klir. Ada dua titik yang dituju langsung kami lakukan tracing, di satu titik ada seorang positif Covid-19 dan pemiliknya sudah sadar kami tutup 14 hari. Di titik lain, di waterpark, kami lakukan testing, tracing, dan tidak ada yang terpapar Covid-19. Penggunaan PeduliLindungi kami perkuat jadi kami kontrol terus menerus, kami lakukan pengetatan keluar-masuk orang," tuturnya.

Hingga kini, tercatat tingkat okupansi rumah sakit atau Bed Occupancy Rasio(BOR) di Malang masih terkendali. Saat ini Pemkot Malang sudah menyiapkan 675 tempat tidur di seluruh RS di sana, dan baru 66 tempat tidur yang digunakan untuk merawat pasien Covid-19.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Covid 90% Tanpa Gejala, Dinkes Malang Minta Warga Disiplin


(rah/rah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading